KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan penyesuaian dan evaluasi terhadap peralatan operasional Planetarium Jagad Raya Tenggarong.
Langkah tersebut diambil menyusul munculnya kendala teknis pada sejumlah perangkat utama, sehingga pengelola memutuskan untuk menutup sementara layanan bagi pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa penutupan sementara ini berkaitan dengan keterbatasan spesifikasi peralatan yang saat ini digunakan. Menurutnya, peralatan planetarium dengan kemampuan maksimal memiliki nilai investasi yang sangat tinggi dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
“Peralatan yang benar-benar maksimal itu harganya memang sangat mahal. Sementara yang kita gunakan sekarang ini masih terbatas. Kalau dipaksakan digunakan secara maksimal, justru bisa menimbulkan trouble,” ujar Arianto.
Ia menyampaikan, pada masa libur panjang, Planetarium Jagad Raya hampir beroperasi setiap hari tanpa jeda. Tingginya intensitas penggunaan tersebut berdampak pada kinerja sejumlah peralatan yang ternyata belum sepenuhnya mendukung operasional secara terus-menerus.
“Karena dipakai terus setiap hari saat musim libur, ada peralatan-peralatan yang ternyata kurang support. Kemarin itu sempat terjadi kendala teknis, peralatannya terhenti, sehingga kami memutuskan untuk menutup sementara,” jelasnya.
Menurutnya penutupan ini memanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan penyesuaian teknis agar peralatan dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman. Pihaknya memilih untuk tidak memaksakan operasional demi menghindari risiko kerusakan yang lebih besar.
Dalam proses penanganan kendala, Dispar Kukar mengandalkan teknisi lokal serta melakukan inovasi dengan menyesuaikan sistem yang ada. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada peralatan impor yang memerlukan biaya besar.
“Kita sekarang mencoba menghubungkan dan menyesuaikan peralatan dengan rekomendasi yang ada, supaya bisa tetap support. Tapi memang ini perlu ketelitian dan kehati-hatian. Penggunaannya juga tidak bisa dipaksakan maksimal,” katanya.
Terkait jadwal pembukaan kembali Planetarium Jagad Raya Tenggarong, ia menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan waktu pasti. Namun demikian, perbaikan akan diupayakan secepat mungkin agar fasilitas edukasi tersebut dapat kembali melayani masyarakat.
“Kami belum bisa menyebutkan target kapan dibuka kembali. Yang jelas, secepatnya akan kita perbaiki. Kalau sudah benar-benar baik dan aman, baru nanti kita operasikan kembali,” pungkasnya. (ltf/fdl)









