Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:15 WIB

Order Menurun Saat Ramadan, Driver Ojol di Kukar Putar Otak Agar Penghasilan Tetap Stabil

Ilustrasi ojek online (Istimewa)

Ilustrasi ojek online (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Penurunan mobilitas warga selama bulan Ramadan tak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga dirasakan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Kutai Kartanegara (Kukar).Berkurangnya pesanan membuat sebagian driver harus mencari cara agar pendapatan tetap stabil.

Jika sebelumnya mereka bisa mengandalkan belasan orderan setiap hari, kini jumlah tersebut menyusut hampir separuhnya. Kondisi ini mendorong para driver untuk menyesuaikan jam kerja hingga strategi mengambil orderan.

Salah satu driver ojol, Lutfi, mengatakan penurunan order mulai terasa sejak hari pertama puasa. Ia mengaku jam-jam produktif kini berubah dibandingkan hari biasa.

Baca Juga :  Tunjangan Ketua dan Anggota BPD di Kukar akan Dinaikkan 65 Persen

“Biasanya sebelum Ramadan saya bisa dapat 12 sampai 15 orderan sehari. Sekarang paling 6 sampai 8 saja. Bahkan pernah cuma 5 orderan,” ujarnya, pada Senin (02/03/2026).

Menurutnya, waktu siang yang biasanya cukup ramai kini cenderung lengang. Banyak pelanggan memilih beraktivitas dari rumah dan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak.

“Memang ada peningkatan menjelang berbuka, tapi tidak terlalu signifikan untuk menutup kekurangan orderan siang hari,” jelasnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Lutfi mengaku lebih fokus berburu order makanan menjelang waktu berbuka puasa. Ia juga memperpanjang waktu kerja hingga malam hari, berharap ada lonjakan permintaan setelah salat tarawih.

Baca Juga :  Pemkab Meluncurkan Program Kredit Kukar Idaman Diperuntukkan Bagi Petani, Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Selain itu, persaingan antar driver disebut semakin ketat. Dengan jumlah pengemudi yang relatif sama sementara permintaan menurun, waktu tunggu order menjadi lebih lama.

“Kadang bisa nunggu lama baru dapat satu orderan. Kalau lagi ramai sedikit, ya rebutan. Jadi memang terasa bedanya,” katanya.

Meski menghadapi tantangan, Lutfi tetap optimistis kondisi akan membaik menjelang akhir Ramadan. Ia berharap peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari rayaIdulfitri dapat mendongkrak kembali jumlah pesanan.

“Biasanya kalau sudah mendekati Idulfitri mulai ramai lagi. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu supaya bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan Lebaran,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

PDI Perjuangan Kukar Beri Panggung UMKM Kreatif di Sela Agenda Konsolidasi Politik Musancab

Ekonomi

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Perubahan Undang-undang Terkait Keuangan Pusat dan Daerah

Ekonomi

How One Furniture Manufacturer Goes ‘Beyond Sustainability’

Ekonomi

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Sebut Anggaran IKN Segera Cair

Bisnis

Mudik Naik Kapal, Dishub Kukar Imbau Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

Bisnis

Forum Pedagang Dorong Transparansi Undian Lapak Pasar Tangga Arung Square

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Pekan Pesta Rasa, Dorong UMK Naik Kelas