Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:15 WIB

Order Menurun Saat Ramadan, Driver Ojol di Kukar Putar Otak Agar Penghasilan Tetap Stabil

Ilustrasi ojek online (Istimewa)

Ilustrasi ojek online (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Penurunan mobilitas warga selama bulan Ramadan tak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga dirasakan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Kutai Kartanegara (Kukar).Berkurangnya pesanan membuat sebagian driver harus mencari cara agar pendapatan tetap stabil.

Jika sebelumnya mereka bisa mengandalkan belasan orderan setiap hari, kini jumlah tersebut menyusut hampir separuhnya. Kondisi ini mendorong para driver untuk menyesuaikan jam kerja hingga strategi mengambil orderan.

Salah satu driver ojol, Lutfi, mengatakan penurunan order mulai terasa sejak hari pertama puasa. Ia mengaku jam-jam produktif kini berubah dibandingkan hari biasa.

Baca Juga :  Anggota Komisi A DPRD Kutim Berharap Seluruh Proyek Pembangunan APBD Perubahan Terealisasi Sepenuhnya

“Biasanya sebelum Ramadan saya bisa dapat 12 sampai 15 orderan sehari. Sekarang paling 6 sampai 8 saja. Bahkan pernah cuma 5 orderan,” ujarnya, pada Senin (02/03/2026).

Menurutnya, waktu siang yang biasanya cukup ramai kini cenderung lengang. Banyak pelanggan memilih beraktivitas dari rumah dan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak.

“Memang ada peningkatan menjelang berbuka, tapi tidak terlalu signifikan untuk menutup kekurangan orderan siang hari,” jelasnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Lutfi mengaku lebih fokus berburu order makanan menjelang waktu berbuka puasa. Ia juga memperpanjang waktu kerja hingga malam hari, berharap ada lonjakan permintaan setelah salat tarawih.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kutim Akan Menggelar Acara Hiburan Bagi Masyarakat Sekaligus Dukung UMKM

Selain itu, persaingan antar driver disebut semakin ketat. Dengan jumlah pengemudi yang relatif sama sementara permintaan menurun, waktu tunggu order menjadi lebih lama.

“Kadang bisa nunggu lama baru dapat satu orderan. Kalau lagi ramai sedikit, ya rebutan. Jadi memang terasa bedanya,” katanya.

Meski menghadapi tantangan, Lutfi tetap optimistis kondisi akan membaik menjelang akhir Ramadan. Ia berharap peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari rayaIdulfitri dapat mendongkrak kembali jumlah pesanan.

“Biasanya kalau sudah mendekati Idulfitri mulai ramai lagi. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu supaya bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan Lebaran,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

PT MHU- MMSGI Bagikan Puluhan Hewan Kurban pada Iduladha 1444 Hijriah

Bisnis

Dalam 3 Bulan Kaltim Mengekspor Pisang Kepok Senilai Rp5,57 Miliar

Bisnis

Penjualan Menurun, Harga Ayam Potong di Pasar Mangkurawang Ikut Turun

Advertorial

Dedikasi dan Kegigihan Bupati Edi Damansyah : Kisah di Balik Kebangkitan Pertanian Kutai Kartanegara

Advertorial

Pansus DPRD dan BPKAD Kaltim Sepakat Raperda Pengelolaaan Keuangan Daerah Menjadi Perda

Ekonomi

Sejumlah Paguyuban dan Sanggar Tari Ramaikan Kirab Kukar Festival Budaya Nusantara 2023

Bisnis

Gubernur Kaltim Resmikan Pabrik yang Akan Memproduksi 8Ton Semen Pertahun

Bisnis

New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands