Home / Bisnis / Ekonomi / Pemerintah

Jumat, 12 September 2025 - 18:56 WIB

Produksi Padi di Bukit Biru Capai 6,2 Ton per Hektare, Wakil Gubernur Kaltim dan Bupati Kukar Optimis Swasembada Pangan

Panen Demonstration Plot (Demplot) padi di Kelurahan Bukit Biru

Panen Demonstration Plot (Demplot) padi di Kelurahan Bukit Biru

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menghadiri kegiatan Panen Demonstration Plot (Demplot) padi “LEISA” dan inovasi Aplikasi Digital Farming melalui pemanfaatan Drone Sprayer Agriculture, di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, pada Jumat (12/09/2025).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pentingnya penerapan inovasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah. Ia menyebut, program bioinvigorasi yang digagas sejak 2021 kini telah membuahkan hasil nyata di Kaltim.

“Alhamdulillah, dari 10 hektare lahan demplot di Bukit Biru, hasil panennya luar biasa, mencapai 6,2 ton per hektare,” ungkapnya.

Ia optimis jika seluruh lahan pertanian di Kaltim mampu mencapai rata-rata 6 ton per hektare dengan intensitas tiga kali panen dalam setahun, swasembada pangan dapat segera diwujudkan.

“Alangkah indahnya apabila nanti ke depan seluruh sawah di Kalimantan Timur memiliki panen rata-rata 6 ton per hektare,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Arah Strategi Pembangunan Daerah

Seno Aji juga menegaskan bahwa pangan adalah hal vital yang tidak bisa ditawar-tawar. Menurutnya kemandirian pangan, bukan sekadar ketersediaan pangan.

Ia mengungkapkan bahwa target swasembada pangan Kaltim ditetapkan pada akhir 2026, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk itulah TNI yang selama ini berfungsi sebagai pasukan tempur juga diberikan tugas tambahan untuk mendukung swasembada pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Pemprov Kaltim, serta Politeknik Pertanian Negeri Samarinda yang telah mendampingi pelaksanaan demplot di Bukit Biru.

“Alhamdulillah, hasil dari demplot ini sangat membahagiakan kita semua. Dari 3,6 ton sekarang bisa meningkat menjadi 6,2 ton per hektare,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab Kukar berharap capaian ini bisa diaplikasikan secara luas di sawah-sawah milik petani.

Baca Juga :  Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di IKN Dipimpin Kepala Otorita

“Harapan kita ke depan, peningkatan yang signifikan ini bisa kita implementasikan secara massal di Kabupaten Kukar,” ucapnya.

Ia juga menyinggung keberhasilan panen bersama Kodim Kukar yang mampu menghasilkan 6–7 ton per hektare melalui perbaikan metode tanam, pengairan, dan perawatan.

“Intervensi kecil saja bisa meningkatkan produktivitas secara besar. Ini bukti bahwa kolaborasi mampu membawa hasil nyata,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pertanian berkelanjutan dengan input rendah.

Pihaknya berupaya meminimalkan ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida sintetis, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang dimiliki.

Tak hanya itu, modernisasi pertanian juga terus didorong melalui penyediaan alat dan mesin berbasis teknologi.

“Kami sudah memulai program modernisasi, termasuk penggunaan drone sprayer untuk pengendalian hama dan penyakit,” pungkasnya. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kutim Salurkan Bantuan Ambulan Bagi Puskesmas, Bupati Sebut Demi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Advertorial

Wakil Ketua Sementara DPRD Kutim Optimis Pekerjaan di APBD Perubahan Dapat Diselesaikan Tepat Waktu

Advertorial

Ikuti Donor Darah, Diskominfo Kukar Berpartisipasi Sukseskan PMI Idaman

Advertorial

Moment Nuzulul Qur’an, Pemkab Kukar Mendorong Umat Muslim untuk Terus Menghayati Nilai Luhur Al-Qur’an

Advertorial

Bupati Kukar Senam Bersama Para Guru Peringati Hardiknas

Advertorial

Dispora Kukar Terus Upayakan Tingkatkan Sarparas Atlet Disabilitas

Advertorial

Sekda Kukar Menghadiri Rakor Forum Konsultasi Publik RKPD Tahun 2026

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Dorong Optimalisasi BLK untuk Mengatasi Tingginya Angka Pengangguran