Home / Infrastruktur / Pemerintah

Senin, 23 Februari 2026 - 18:30 WIB

Desa Sedulang Belum Mendukung Pemekaran Kecamatan Muara Kaman, Kebutuhan Infrastruktur Dasar Dinilai Lebih Mendesak

Ferdiansyah - Kepala Desa Sedulang (Latif/Eksposisi)

Ferdiansyah - Kepala Desa Sedulang (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, menyatakan belum dapat memberikan dukungan terhadap rencana pemekaran kecamatan baru.

Sikap tersebut disampaikan Kepala Desa Sedulang, Ferdiansyah, dalam pembahasan lanjutan terkait rencana pembentukan kecamatan hasil pemekaran dari wilayah Muara Kaman.

Ferdiansyah menegaskan, alasan utama belum diberikannya dukungan karena desa yang dipimpinnya masih membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan, khususnya infrastruktur dasar.

“Yang jelas, dari Desa Sedulang saat ini memang kami belum bisa mendukung, karena di desa kami juga butuh perhatian pembangunan dan desa kami itu memang layak untuk jadi ibu kota kecamatan,” ujarnya pada  Senin (23/2/2026).

Ia menyebut Desa Sedulang memiliki nilai historis sebagai desa tertua di wilayah tersebut dan pernah beberapa kali menjadi penghubung Kecamatan Muara Kaman. Setidaknya, menurutnya, sudah tujuh kali Sedulang berperan sebagai simpul penghubung pelayanan kecamatan.

Baca Juga :  Fraksi Nasdem DPRD Soroti Pelaksanaan Anggaran 2023, Terkait Transparansi dan Akuntabilitas

Selain faktor historis, kondisi geografis juga menjadi pertimbangan. Desa Sedulang berada di ujung perbatasan dengan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Ferdiansyah mengungkapkan, akses jalan menjadi persoalan paling mendesak. Kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui membuat warga kesulitan ketika hendak mengurus administrasi maupun mendapatkan layanan kesehatan.

“Susahnya melewati jalan itu ketika orang-orang kami, ibu-ibu yang mau melahirkan, ingin mendapatkan perawatan menuju Puskesmas. Sangat susah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, perjalanan menuju Sedulang bisa memakan waktu hingga dua setengah jam akibat kondisi jalan yang tidak layak. Padahal, secara administratif wilayah tersebut masih berada di Kecamatan Muara Kaman.

Baca Juga :  Diarpus Kukar Meraih Penghargaan sebagai Perpustakaan Digital Terbaik Nasional

Menurutnya, apabila ibu kota kecamatan ditempatkan di Sedulang, pembangunan infrastruktur diyakini akan lebih terfokus dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

“Nah, maka dari itu, kalau ibu kota itu di tempat kita, justru pembangunan itu mungkin terfokus di tempat kita,” katanya.

Meski demikian, Ferdiansyah membuka ruang dialog lanjutan. Ia menyebut kehadirannya dalam pertemuan terakhir belum mewakili keseluruhan unsur desa karena Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak turut hadir.

“Untuk saat ini belum bisa untuk bergabung. Kemungkinan nanti ada pertemuan lanjutan, atau ada persyaratan-persyaratan yang kami minta bisa dipenuhi, mungkin kami bisa mendukung kembali,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

DPRD Kukar Dorong Reskedul Pembayaran Utang ke Bankaltimtara agar Pembangunan 2026 Tetap Berjalan

Advertorial

Disdikbud Kukar Tampilkan Inovasi Digital dan Pertunjukan Budaya di Pawai Pembangunan HUT ke-80 RI

Pemerintah

RDP DPRD Kukar: KTNA Sangasanga Ingin Menggarap Lahan Eks Tambang, Namun Perusahaan Enggan Memberi Izin

Pemerintah

Festival Samboja Expo Nusantara jadi Ruang Bagi Seniman Sekaligus Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Advertorial

DPRD Kukar Membentuk Pansus Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Advertorial

Tarik Minat Wisatawan, Objek Wisata Danau Kumbara di Desa Kota Bangun Darat Terus Dikembangkan

Advertorial

Dispora Kukar Terus Melakukan Penguatan Peran Kepemudaan untuk Menyambut IKN

Advertorial

Meriahkan Haornas dan Sumpah Pemuda, Dispora Kukar Menggelar Lomba Gerak Jalan Berhadiah Rp168 Juta