KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat kerja di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (28/10/2026).
Forum ini menjadi upaya menyatukan program kerja pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sekaligus memperluas peran pensiunan dalam pembangunan daerah.
Ketua Harian PWRI Kaltim, Adi Buhari Muslim, mengatakan konsolidasi diperlukan karena perkembangan kepengurusan organisasi di sejumlah daerah belum berjalan merata. Perbedaan waktu pembentukan dan tingkat keaktifan pengurus menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan.
“Agenda utamanya konsolidasi organisasi, sinkronisasi seluruh program, serta evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan,” kata Adi pada Selasa (27/10/2026).
Menurut Adi, rapat kerja tersebut menjadi yang pertama digelar PWRI di tingkat provinsi sejak organisasi itu terbentuk di Kalimantan Timur sekitar 2004. Melalui forum tersebut, pengurus diharapkan memiliki arah kerja yang lebih terkoordinasi.
Ia mencontohkan PWRI Kukar yang baru terbentuk dan mulai aktif pada 2024. Perbedaan perkembangan antarkepengurusan daerah, membuat koordinasi dan penyelarasan program menjadi penting agar organisasi dapat berjalan dengan tujuan yang sama.
Di luar urusan kelembagaan, PWRI Kaltim juga ingin memastikan para pensiunan tetap memiliki ruang untuk berkontribusi. Pengalaman anggota yang pernah bekerja di pemerintahan maupun sektor lain dinilai masih relevan untuk mendukung penyusunan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.
“Kami ini orang-orang yang sudah berpengalaman. Karena itu, jangan sampai keberadaan para pensiunan dilupakan,” ujarnya.
Salah satu gagasan yang didorong ialah pembentukan tenaga ahli di setiap kabupaten dan kota. Adi menyebut tenaga ahli tersebut dapat melibatkan mantan pejabat eselon I, II, dan III yang memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Gagasan itu diharapkan dapat membuka ruang bagi para pensiunan untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah. Namun, kontribusi tersebut membutuhkan dukungan serta ruang koordinasi yang memungkinkan pengalaman mereka dimanfaatkan sesuai kebutuhan pembangunan.
Pemilihan Kukar sebagai lokasi rapat kerja turut mempertimbangkan perkembangan PWRI setempat. Adi menilai organisasi di daerah ini menunjukkan kemajuan, antara lain melalui aktivitas kepengurusan dan kepemilikan gedung sendiri.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi contoh bagi pengurus PWRI di kabupaten dan kota lain di Kaltim. Adi juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan kegiatan organisasi.
Selain penguatan kelembagaan, PWRI Kaltim menaruh perhatian pada pelestarian warisan sejarah dan budaya. Adi menyinggung keberadaan bangunan keraton di sejumlah wilayah, termasuk Paser Belengkong dan Gunung Tabur di Kabupaten Berau, yang memiliki nilai historis bagi daerah.
Dalam rangkaian kegiatan rapat kerja, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dijadwalkan menerima rombongan PWRI dari Kabupaten Berau pada Rabu sore (28/10/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari kunjungan yang berkaitan dengan pengenalan dan perhatian terhadap warisan sejarah serta budaya di Kalimantan Timur.
PWRI Kaltim berharap rapat kerja ini menghasilkan koordinasi organisasi yang lebih solid dan program yang lebih terarah. Dengan demikian, para pensiunan tidak hanya menjadi bagian dari organisasi kemasyarakatan, tetapi juga tetap dapat menyumbangkan pengalaman dan keahlian bagi kepentingan publik. (adm/fdl)










