KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar ajang tahunan Run Street Ramadan Kukar 2026 pada Kamis (25/02/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah di Jalan Monumen Timur ini menjadi salah satu agenda olahraga positif selama bulan suci Ramadan di Kukar.
Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kukar, Rita Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah penyaluran energi generasi muda ke arah yang lebih positif. Terlebih di bulan Ramadan, aktivitas seperti ini dinilai penting untuk mencegah anak-anak dan pelajar terlibat dalam kegiatan negatif.
“Kegiatan Run Street Ramadan 2026 ini diharapkan dapat menjadi agenda positif selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi anak-anak dan pelajar. Selain sebagai ajang kompetisi, Run Street juga menjadi ruang pembinaan awal bagi mereka yang memiliki minat dan bakat di cabang olahraga lari.
“Banyak anak-anak dan pelajar yang ikut berpartisipasi, dan mereka inilah generasi penerus yang berpotensi menjadi atlet berprestasi di masa depan,” katanya.
Menurutnya, apabila ditemukan peserta yang memiliki kualitas dan potensi, maka akan dilakukan pembinaan lebih lanjut. Pemerintah daerah melalui PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) siap memberikan pembinaan khusus bagi anak-anak yang ingin serius menekuni olahraga atletik.
Ke depan, Dispora Kukar juga berharap adanya kolaborasi dengan klub-klub olahraga serta Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk merekrut atlet-atlet muda berbakat.
Dengan jenjang kejuaraan seperti POPDA, para atlet diharapkan dapat berkembang secara bertahap hingga mampu mengharumkan nama Kutai Kartanegara di tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia Run Street Ramadan KUKAR 2026, Jordi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Tahun ini, panitia juga berkolaborasi dengan Yayasan Arjuna sebagai sponsor utama serta didukung berbagai sponsor lokal.
“Malam ini tercatat sekitar 300 peserta yang berpartisipasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Peserta berasal dari dalam maupun luar Kutai Kartanegara,” ungkap Jordi.
Ia mengungkapkan bahwa Run Street KUKAR menjadi satu-satunya event resmi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan konsep lari tanpa alas kaki. Konsep ini mengangkat kearifan lokal sekaligus menjadi ciri khas Kutai Kartanegara.
Selama 22 hari pelaksanaan, setiap malam disediakan hadiah bagi para pemenang serta doorprize untuk penonton. Untuk kategori putra dan putri, tersedia uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta.
Jordi juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan hiburan positif bagi masyarakat saat menunggu waktu sahur sekaligus mengurangi aktivitas negatif seperti balap liar.
“Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl)










