KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, merespons kondisi memprihatinkan akses penyeberangan anak-anak sekolah di Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu.
Pemerintah daerah memastikan persoalan tersebut telah masuk dalam daftar monitoring dan akan segera ditindaklanjuti.
Hal ini dilakukan karena saat ini para pelajar di wilayah tersebut setiap hari harus menggunakan kereta gantung katrol swadaya untuk menyeberangi sungai demi menuju SD 021 dan SD 024. Sarana sederhana tersebut telah digunakan selama dua hingga tiga tahun terakhir karena belum tersedianya jembatan permanen.
Menanggapi hal itu, Aulia mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan camat setempat guna membahas kebutuhan pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan camat setempat untuk membicarakan terkait hal tersebut,” ujarnya pada sabtu (28/02/2026).
Ia mengakui, kebutuhan pembangunan jembatan di Desa Santan Ulu memang mendesak, terutama untuk menjamin keselamatan anak-anak yang setiap hari melintasi sungai menggunakan fasilitas seadanya.
“Memang ada kebutuhan kita untuk membangun sarana transport, sarana jembatan yang ada di sana,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan tanpa kajian teknis yang matang. Saat ini, tim telah diturunkan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan.
“Tetapi ini kita sudah menurunkan tim untuk memastikan dan memitigasi apa langkah yang harus kita lakukan yang tepat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah juga menjadi pertimbangan dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Ia menekankan bahwa setiap anggaran yang disiapkan harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kita mengingat juga dengan kondisi sekarang ini, memang anggaran yang kita siapkan itu harus tepat sasaran,” katanya.
Aulia memastikan pembangunan jembatan di Santan Ulu telah masuk dalam radar pemerintah daerah dan akan segera ditindaklanjuti setelah proses kajian rampung.
“Tapi itu sudah masuk monitor kami untuk kami tindak lanjuti dengan segera,” pungkasnya.(ltf/fdl)









