KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyoroti hasil Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 saat memberikan sambutan dalam agenda Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Pendopo Odah Etam Tenggarong, pada Jumat (08/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh pejabat menjadikan hasil yang diperoleh sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Aulia mengungkapkan rasa kecewanya setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tidak memperoleh penghargaan dalam ajang tersebut.
Padahal, menurutnya, pemerintah daerah selama ini telah bekerja maksimal dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Kita cukup bersedih. Pada saat pemberian penghargaan kemarin, kita merasa sudah bekerja dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah bidang yang sebelumnya diharapkan mampu meraih penghargaan justru belum membuahkan hasil.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, pengendalian inflasi daerah, penanganan stunting, hingga tata kelola pemerintahan atau governance.
Meski demikian, Aulia meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak larut dalam rasa kecewa. Ia menilai kondisi tersebut harus dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan pembangunan di Kukar memang tidak ringan. Dengan wilayah yang sangat luas dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia, pemerintah daerah menghadapi persoalan yang lebih kompleks dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
“Tantangan kita cukup besar, Kutai Kartanegara memiliki wilayah yang sangat luas dibandingkan daerah-daerah lainnya. Akan tetapi jadikan ini sebagai motivasi,” tegasnya.
Aulia juga mengingatkan bahwa Kukar memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kabupaten tertua di Nusantara. Karena itu, ia menilai daerah ini tidak boleh tertinggal dalam hal pembangunan maupun tata kelola pemerintahan.
Ia meminta seluruh pejabat memahami visi Kukar Idaman Terbaik serta menguasai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan sangat bergantung pada kemampuan aparatur dalam menjalankan program secara maksimal dan tepat sasaran.
“Kita tidak bisa berandai-andai atau beralasan bahwa kita baru belajar. Kutai Kartanegara adalah salah satu kabupaten tertua di Nusantara,” katanya.
Dalam Ia juga menyoroti perubahan kondisi fiskal daerah yang saat ini menuntut pemerintah lebih selektif dalam menyusun program pembangunan.
Ia mengakui kondisi saat ini berbeda dengan masa-masa sebelumnya ketika pemerintah daerah memiliki keleluasaan anggaran yang lebih besar.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mulai membiasakan diri menyusun program yang efektif, efisien, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi pelajaran agar pemerintahan semakin fokus terhadap prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.
“Sekarang kita diharapkan membuat program yang efektif dan efisien, program-program yang benar-benar menyasar pada kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran tersendiri buat kita,” pungkasnya. (ltf/fdl)










