Home / Advertorial / Infrastruktur / Pemerintah / Politik

Minggu, 12 November 2023 - 17:18 WIB

Terhambatnya Program Sapras di Sejumlah Sekolah di Kutim Dapat Sorotan Anggota DPRD

Yan - Anggota DPRD Kutim

Yan - Anggota DPRD Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yan menyoroti terkait terhambatnya program Sarana dan Prasarana (Sapras) di sejumlah sekolah yang belum terealisasi sepenuhnya.

Yan menyatakan keprihatinan atas kelambatan pelaksanaan program ini, terutama dalam hal penyerapan anggaran.

Yan mengatakan, bahwa penggunaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Sistem Pengadaan Barang/Jasa (SPA) secara online seharusnya memperlancar proses Sapras. Namun, menurutnya, pelaksanaan program tersebut terasa lambat.

“Kalau dulu, pandangan kita LPSE dengan menggunakan sistem online ini dan SPA akan lancar tapi saya lihat sangat lambat,” ujar Yan kepada awak media saat ditemui di kantor DPRD Kutim belum lama ini.

Baca Juga :  Kepala Dispora Menutup Piala Askab PSSI Kukar U-20 2025, Kecamatan Tenggarong Juara

Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah proyek Sapras di sekolah-sekolah belum terealisasi meskipun kontraktor sudah siap. Pihak terkait memberikan alasan bahwa proses ini terhambat karena harus melengkapi data administrasi.

“Mereka bilang ini antri, karena harus lengkap semua data-data administrasi,” ungkapnya.

Ia juga mendapatkan informasi bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan kembali melaksanakan proses manual untuk mempercepat penyerapan anggaran. Meski demikian, ia berencana untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dengan melakukan pengecekan di setiap instansi terkait.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kukar Sementara Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif di Pilkada 2024

“Kalau boleh untuk kelancaran penyerapan anggaran, karena kalau kita bertahan di situasi ini maka konsekuensinya pasti nanti anggaran kita tidak terserap,” tegasnya.

Selanjutnya, menunjukkan keinginannya untuk menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi dalam program Sapras di Kutim. Yan berkomitmen untuk mengecek kebenaran informasi mengenai penggunaan sistem manual di sejumlah instansi terkait.

“Itu saya dapat info, dan nanti dicek kebenarannya di dinas-dinas bahwa apakah boleh menggunakan sistem manual,” pungkasnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

SDN 010 Muara Jawa Ditunjuk Sebagai Sekolah Percontohan Oleh Otorita IKN

Advertorial

SMPN 2 Tenggarong Berhasil Persembahkan Berbagai Piala dan Prestasi Berbagai Tingkatan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tanggapi Terkait Permasalahan Sengketa Lahan

Advertorial

Pemkab Kukar Anggarkan Rp4,5 Miliar untuk Program 1.000 Guru Sarjana

Advertorial

DPRD Kutim Bahas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023

Advertorial

Dinas Perikanan Kukar akan Berikan BLT kepada Nelayan, Bantu Menekan Angka Kemiskinan Daerah

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Kegiatan Pemuda dan UMKM Penting untuk Tingkatkan Ekonomi Daerah

Advertorial

Kepala Dinkes Kukar Jabarkan Kewenangan Prioritas Penanganan Stunting