KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengupayakan realisasi 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik hingga penghujung 2026. Dari keseluruhan program yang telah berjalan, sebagian besar disebut sudah terealisasi, meski pelaksanaannya masih belum sepenuhnya maksimal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa hampir seluruh program dedikasi tersebut telah direalisasikan sepanjang tahun ini. Namun, masih terdapat sejumlah program yang membutuhkan penyempurnaan, baik dari sisi pelaksanaan maupun pencapaian target.
Ia menjelaskan, berbagai kendala menjadi salah satu faktor yang memengaruhi belum maksimalnya pelaksanaan sejumlah program. Meski demikian, Bupati Kukar tetap berkomitmen memastikan seluruh program dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
“Kalau terealisasi, insyaallah hampir semuanya. Tapi memang belum maksimal, macam-macam masalahnya. Bupati tetap berkomitmen dan mengarahkan serta memerintahkan kami untuk memastikan program-program yang belum terealisasi atau mungkin belum maksimal itu diselesaikan secara bertahap sampai mulai tahun depan,” ujarnyabeberapa waktu yang lalu.
Selain memastikan keberlanjutan program, Pemkab Kukar juga melakukan penyesuaian strategi pembiayaan. Salah satunya dengan meminimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan berskala besar yang memungkinkan memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Menurut Sunggono, strategi tersebut dilakukan agar kemampuan keuangan daerah tetap terjaga dan APBD dapat lebih difokuskan untuk membiayai program-program dedikasi yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur, seperti akses jembatan dan jalan, yang membutuhkan anggaran cukup besar. Untuk itu, Pemkab Kukar telah berupaya mengusulkan sejumlah kegiatan tersebut melalui kementerian terkait agar dapat dibiayai menggunakan anggaran pemerintah pusat.
“Contohnya akses jembatan dan jalan, itu kan semuanya besar-besar. Kalau kita menggunakan APBD, bisa habis lagi uang kita. Makanya, yang sudah kita upayakan kemarin adalah penganggarannya melalui kementerian,” jelasnya.
Dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai target, Sunggono bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga melakukan pemantauan secara berkala.
Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian program dalam prioritas penganggaran, besaran alokasi dana, tahapan pelaksanaan hingga realisasi pembiayaannya.

Selain 17 program dedikasi, pemerintah daerah turut mencermati pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta berbagai ketentuan belanja wajib atau mandatory spending yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Hal tersebut menjadi bagian dari instrumen evaluasi dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD.
Sunggono menyebut terdapat sejumlah program yang menjadi perhatian karena dinilai memiliki dampak langsung dan luas bagi masyarakat. Di antaranya program bantuan Rp150 juta per RT yang selama ini menjadi salah satu program yang banyak dinantikan masyarakat, serta program beasiswa pendidikan.
“Yang paling ditunggu dan memberikan dampak luas, termasuk program Rp150 juta per RT. Beasiswa juga iya. Itu menjadi bagian yang kita evaluasi, termasuk besarannya, pemanfaatannya, realisasinya dan lain sebagainya,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









