Home / Ekonomi / Infrastruktur / Pemerintah

Selasa, 25 Februari 2025 - 10:55 WIB

Mendagri Terbitkan SE Tentang Efisiensi Anggaran Daerah, Belanja Kegiatan Hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

Muhammad Tito Karnavian - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Muhammad Tito Karnavian - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

JAKARTA, eksposisi.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat Edaran (SE) tentang efisiensi anggaran daerah. Dalam SE ini Mendagri mengatur pembatasan belanja kegiatan dan pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen.

SE tersebut diterbitkan dengan Nomor 900/833/SJ tentang Penyesuaian Pendapatan dan Efisiensi Belanja Daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Beleid yang terbit pada 23 Februari 2025 itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD TA 2025.

Tito menegaskan efisiensi anggaran bertujuan mendukung program pro-rakyat.

“Semata-mata untuk kepentingan program yang lebih banyak yang bersentuhan dan dinikmati langsung oleh masyarakat,” kata Tito Karnavian.

Baca Juga :  SDN 003 Muara Kaman Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Efisiensi anggaran dilakukan dengan membatasi belanja kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, dan seminar/focus group discussion.

Surat edaran ini juga mengatur pengurangan belanja perjalanan dinas hingga 50 persen untuk seluruh perangkat daerah. Pemda juga diminta melakukan penyesuaian belanja APBD TA 2025 yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD).

Selanjutnya, hasil penghematan akan dialihkan untuk bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sanitasi, pengendalian inflasi, stabilitas harga pangan, cadangan pangan, dan prioritas lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi.

“Semua dialihkan untuk program-program yang pro-rakyat betul. Misalnya di bidang pendidikan, sekolah-sekolah yang rusak, toilet-toilet yang tidak bagus MCK-nya, kemudian di bidang kesehatan, puskesmas, harus bagus standardisasinya,” jelasnya.

Kepala daerah juga diminta agar dalam melakukan identifikasi atas efisiensi belanja tersebut tetap memperhatikan aspek urgensi, kualitas penyelenggaraan, dan muatan substansi.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Pastikan Komitmen Pertahankan PPPK di Tengah Isu Defisit Anggaran

Selain itu, manfaat yang diutamakan untuk mendukung pencapaian delapan misi atau Asta Cita dan pencapaian 17 program prioritas serta mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.

Kepala daerah pun diminta memperhatikan kualitas belanja dengan memprioritaskan alokasi anggaran belanja pokok dibandingkan dengan alokasi anggaran belanja penunjang sesuai target dan indikator kinerja program, kegiatan, dan sub-kegiatan.

Mendagri meminta DPRD dan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan kebijakan ini guna memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Dan kami juga melalui sistem yang ada, namanya Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, kami nanti akan melihat perubahan-perubahan itu,” pungkasnya. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Distransnaker Kukar Siapkan Ekosistem Digital Rekrutmen, Pencari Kerja Tak Lagi Tunggu Event untuk Mencari Lowongan

Advertorial

Disdikbud Kukar Dikunjungi Anggota DPRD Bontang, Diskusikan Bidang Pendidikan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Beri Dukungan Terhadap Raperda Pengarusutamaan Gender

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Unjuk Bakat Duta Budaya Sadi Sengkaka di Taman Tanjong

Advertorial

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Kukar Apresiasi PKBM Puteri Karang Melenu

Advertorial

Pertahankan Juara Umum, Kelurahan Timbau Persiapkan Kafilah MTQ Tingkat Kecamatan

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Penghargaan kepada 30 Desa Berstatus Mandiri

Advertorial

Turnamen Sepak Bola Hingga Sejumlah Hiburan Digelar, Meriahkan HUT ke-120 Desa Beloro