KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dalam kegiatan Musrenbang yang dilaksanakan Kecamatan Tenggarong Seberang, mendapatkan masukan-masukan dari sejumlah desa yang ada di kawasan pinggiran Sungai Mahakam.
Desa tersebut minta dimekarkan karena apabila mereka memiliki urusan di kantor kecamtan, mereka harus memakan biaya yang cukup besar untuk pulang pergi dari desa menuju kecamatan.
“Ini kalau berurusan ke kantor camat di L sana, itu kami kan tidak ada urusan, sudah gratis semua. Tapi biaya kosnya, kalau si ojek itu Rp100.000 lebih,” ujar Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, pada Selasa (25/2/2025).
Untuk itu, jika kawasan tersebut dimekarkan maka ada dua Kecamatan praktis nantinya, ada 10 desa di bagian bawah dan 10 desa di bagian atas.
“Untuk saat ini progresnya, Desa Bangun Rejo sudah dimekarkan, sudah diresmikan oleh Pak Bupati, PJ kepala desanya juga sudah ada, itu sudah on progress, tugasnya itu menyiapkan desa itu sampai pemilihan kepala desa definitif,” katanya.
Ia menargetkan wacana pemekaran ini terus dapat mengalir yang diharapkan cepat keluar perizinannya.
“Kami sih semakin cepat makin bagus ya, semakin cepat makin baik,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)










