Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:30 WIB

Disdikbud Berupaya Mendukung Pelestarian Erau Adat Benua Tuha Desa Sabintulung

Puji Utomo - Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar

Puji Utomo - Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Tradisi budaya Erau Adat Benua Tuha yang digelar rutin setiap tahun di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, diyakini sebagai awal mula pelaksanaan Erau di Kutai Kartanegara (Kukar).

Tradisi ini bahkan sudah berlangsung sejak tahun 1926–1927, jauh sebelum Erau dikenal luas di Tenggarong.

Desa Sabintulung dikenal sebagai tanah sakral tertua dalam wilayah Kerajaan Kutai. Dahulu, tradisi Erau ini merupakan ritual adat untuk melaporkan hasil bumi kepada sultan.

Upacara adat berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, disertai dengan sajian makanan tradisional dan pertunjukan tari-tarian khas.

Baca Juga :  Bupati Kukar Meresmikan Kios Pengendalian Inflasi dan Pos Kesehatan Berbasis Masjid

“Erau Sabintulung berbeda dengan Erau di Tenggarong. Di Tenggarong hanya mengikuti satu bagian dari rangkaian kegiatan Erau. Sementara di Sabintulung, tradisinya adalah yang paling awal dan asli,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo pada Jumat (25/07/2025).

Secara prinsip, Erau Adat Benua Tuha adalah bentuk pesta rakyat yang sarat nilai spiritual dan sosial. Tradisi ini dimaknai sebagai persembahan untuk arwah para raja dan sesepuh Kerajaan Kutai, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar.

Ia menyatakan bahwa peran Desa Sabintulung sangat penting dalam perjalanan sejarah kebudayaan daerah. Oleh karena itu, Disdikbud Kukar memberi perhatian khusus terhadap pelestarian tradisi ini.

Baca Juga :  Sejumlah Kebutuhan Pokok Melonjak, Disperindag Kukar Tunggu Respon Pemerintah Pusat

“Disdikbud tentu punya tanggung jawab terhadap kegiatan budaya seperti ini. Karena merupakan bagian dari sejarah Erau, kami memfasilitasi kegiatan tradisional yang tetap mempertahankan bentuk aslinya,” ucapnya.

Berbeda dengan Erau di Tenggarong yang menampilkan keragaman seni dari berbagai daerah, Erau Sabintulung lebih fokus pada satu jenis budaya lokal.

“Misalnya, pertunjukan yang dominan adalah tarian daerah dan gambus tingkilan, yang secara konsisten dihadirkan dalam setiap perayaan,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Diskominfo Staper Kutim Melaunching Omni Chanel Integrasikan Berbagai Aduan Pelaporan Masyarakat

Advertorial

MTQ ke-XII Tingkat Kecamatan Tenggarong di Desa Rapak Lambur Resmi Dibuka

Advertorial

Masjid Jami’ Al-Ikhlas di Desa Kerta Buana Diresmikan, Ini Pesan Bupati Kukar

Advertorial

Tingkatkan Keselamatan Pengendara di Jalan Raya, Dishub Kutim Terus Melakukan Razia

Bisnis

Pemkab Kukar Pastikan Stok Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Aman Jelang Lebaran

Advertorial

Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Kutim Resmi Dikukuhkan, Sebagai Corong Penyampaian Program ke Masyarakat

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Menyambut Baik Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI Terkait Penanganan Narkotika

Advertorial

Pemdes Loa Sumber Tambah Potensi PADes Melalui Unit Usaha Bengkel