Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Senin, 8 September 2025 - 17:48 WIB

Disdikbud Terus Berupaya Menekan Angka Putus Sekolah di Kukar, Salah Satunya Melalui Jalur Nonformal

Pujianto - Plt Sekretaris Disdikbud Kukar

Pujianto - Plt Sekretaris Disdikbud Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melakukan pengentasan angka putus sekolah, salah satunya melalui jalur pendidikan nonformal.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan bahwa pihaknya selalu mendukung program tersebut dengan berbagai bentuk fasilitas.

“Dukungan dari Disdik cukup masif dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya dengan memberikan bantuan operasional melalui BOSCAP maupun BOSCAP afirmasi. Selain itu, juga ada subsidi honor bagi tutor, serta penyelenggaraan kegiatan keterampilan untuk membekali lulusan Paket A, B, dan C agar lebih mandiri,” ujar Pujianto, pada Senin (8/09/2025).

Baca Juga :  Bupati Kukar Menyerahkan Bantuan Alsintan dari Kementan Tahun Anggaran 2024

Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas tutor juga menjadi perhatian. Disdikbud Kukar mendorong peningkatan kompetensi para pengajar pendidikan kesetaraan agar mampu menyesuaikan dengan metode pembelajaran yang relevan.

Saat ini, terdapat 19 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 11 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tersebar di Kukar. Totalnya ada 30 lembaga non-formal yang menjadi ujung tombak dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.

Meski demikian, ia mengakui angka putus sekolah di Kukar masih terbilang cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya menggencarkan sinergi bersama sejumlah pihak, baik pemerintah daerah, kecamatan, dan desa serta Kementerian Agama guna memperluas jangkauan program.

Baca Juga :  Ramaikan Peringatan HUT ke-44 Kelurahan Sarijaya, Sejumlah Lomba Digelar

“Langkah yang kami lakukan mulai dari verifikasi, edukasi, hingga rekrutmen agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikan. Jalur non-formal menjadi pilihan paling memungkinkan, karena sebagian besar enggan kembali ke sekolah formal,” jelasnya.

Menurutnya, kendala terbesar dalam program ini adalah rendahnya motivasi masyarakat untuk kembali bersekolah. Meski tim lapangan sudah melakukan sosialisasi berulang kali, tidak semua calon peserta didik mudah diyakinkan.

“Namun, sekolah non-formal tetap menjadi salah satu solusi penting untuk pengentasan putus sekolah, baik di Kukar maupun secara nasional,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Imbau Masyarakat untuk Salurkan Hak Pilih di PSU Pilkada Kukar

Advertorial

Kepala Desa Purwajaya Resmi Dilantik, Bupati Kukar Berpesan Agar Menjalankan Amanah dengan Baik

Pemerintah

Kepala OIKN Meresmikan Kawasan Lindung IKN, Konsep Pengembangan Sebagai Kota Hutan

Advertorial

Pimpin Apel Gabungan Korpri, Sekda Kukar Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sebut Luas Wilayah Bisa Jadi Peluang Tingkatkan PAD

Advertorial

Asisten I Setkab Kukar Membuka Lomba Gerak Jalan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96

Advertorial

Pjs Bupati Kutim Membuka Pelatihan Kecakapan Hidup Pemuda untuk Pengembangan Public Speaking

Finansial

APBD Kaltim 2024 Capai 20,675 Triliun, Wakil Ketua DPRD Berharap Bisa Optimalkan Sektor Pendidikan