Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Sabtu, 1 November 2025 - 10:58 WIB

Ketua DPRD Kukar Dorong Pengoptimalan PAD Melalui Peningkatan Sejumlah Sektor Strategis

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif)

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menegaskan pentingnya langkah konkret dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan sektor pajak, retribusi, serta pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor strategis.

Hal itu disampaikan Ahmad Yani usai menghadiri kegiatan DPRD Kukar pada Jumat (31/10/2025).

Ia menyebut, selama ini banyak potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara maksimal, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah yang justru sering diabaikan.

“Yang bisa kita lakukan adalah mengoptimalkan pajak-pajak termasuk retribusi yang selama ini tidak dilakukan dan tidak dikejar. Bahkan banyak pengusaha yang tidak membayar. Padahal itu hak daerah,” ungkap Ahmad Yani.

Menurutnya, banyak potensi ekonomi daerah yang semestinya bisa meningkatkan pendapatan daerah, termasuk kontribusi dari BUMD dan Perusahaan Daerah (Perusda) yang memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian fiskal daerah.

Baca Juga :  Dinas PU Kukar Bangunkan Jalan Desa Tanjung Batu di APBD-P Kukar 2023

“BUMD kita mestinya bekerja menghasilkan pendapatan bagi daerah. Kita disuruh bekerja memaksimalkan potensi yang ada, termasuk pajak, retribusi, dan kinerja Perusda. Mereka harus mampu mencetak pendapatan, bukan hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Selain sektor pajak dan retribusi, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap data produksi perusahaan pertambangan, terutama di sektor mineral dan batu bara (minerba) yang menjadi salah satu sumber utama penerimaan daerah.

“Sektor minerba itu hak kita, sekitar 5–6 persen dari total produksi. Tapi datanya harus jelas. Selama ini banyak perusahaan yang melaporkan data produksi tidak akurat. Itu harus dioptimalkan supaya pendapatan daerah tidak hilang,” jelasnya.

Baca Juga :  Taman Patung Soekarno Selesai Dibangun di Kecamatan Sangasanga

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pajak dan retribusi, tetapi juga mulai memberdayakan BUMD untuk ikut mengelola potensi tambang dan migas secara langsung.

“Kita punya tambang, punya minyak, tapi kenapa BUMD tidak dipercaya mengelola? Harusnya mereka bisa berbisnis, ikut korporasi tambang atau migas. Hasilnya bisa triliunan untuk daerah,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, pemerintah daerah perlu memperjuangkan keterlibatan BUMD minimal 20 persen dari lahan tambang yang ada di wilayah Kukar agar daerah memperoleh manfaat langsung dari kekayaan sumber daya alamnya.

“Ke depan, kita harapkan perusahaan tambang mau melibatkan BUMD atau Pemkab Kukar minimal 20 persen dari lahan yang ada. Dengan begitu, daerah tetap bisa eksis dan memperoleh keuntungan,” tutupnya. (adv/dprd/kukar)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kukar Juara Umum MTQ Kaltim Lima Kali Berturut-turut, Piala Diarak Keliling Sebagai Bentuk Euforia

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Minta Pihak Terkait Optimalkan Penanganan Sampah di Daerah

Advertorial

Tingkatkan Profesionalitas ASN, Sekda Kukar Minta Perbaiki dan Update Database

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Kios Pengendalian Inflasi dan Pos Kesehatan Berbasis Masjid

Advertorial

Dispora Kukar Menggelar Technical Meeting LKBB se-Kaltim

Pemerintah

Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Wadah Batuah, Rangkaian Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Rapat, Membahas Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Kebijakan BPJS

Advertorial

DPRD Kutim Tunda Rapat Banggar Bahas KUA-PPAS 2025