Home / Advertorial / Pemerintah

Selasa, 22 April 2025 - 16:11 WIB

Bupati Kukar Meresmikan Kios Pengendalian Inflasi dan Pos Kesehatan Berbasis Masjid

Peresmian Kios Pengendalian Inflasi

Peresmian Kios Pengendalian Inflasi

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melaksanakan Safari Syawal Pemkab Kukar yang dirangkai dengan meresmikan peluncuran kios pengendalian inflasi dan pos cek kesehatan yang berlokasi di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, pada Selasa (22/4/2025).

Bupati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kios ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari Tim Pengendalian Inflasi Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk tahap awal, kios ini dibuka dua kali seminggu dan difokuskan pada warga prasejahtera. Ke depan, bila sudah berkembang, akan dibuka secara umum,” ujarnya.

Selain meresmikan kios inflasi, kegiatan ini juga mencakup peluncuran pos kesehatan berbasis masjid.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Dorong Pemkab Mengembangkan SDM Pelayanan Kesehatan

“Kegiatan pos kesehatan ini dimulai dari Masjid Agung dan akan diperluas ke beberapa masjid lainnya. Jadwal pelaksanaannya dua kali seminggu, setiap Jumat dan Minggu. Masyarakat di sekitar masjid dipersilakan memanfaatkan fasilitas ini, misalnya sambil jalan kaki di CFD bisa sekalian cek kesehatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan kartu peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Juru Sembelih Halal untuk penyembelihan unggas dan hewan secara halal dan tersertifikasi. Program ini merupakan inisiatif dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, difasilitasi oleh Pemkab dan bekerja sama dengan pihak swasta, salah satunya PT Multi Harapan Utama (MHU).

Baca Juga :  Pj Gubernur Sebut Stok Beras di Kaltim Masih Aman, Sebagian Didatangkan Dari Luar Daerah

“Ini kolaborasi tiga pihak, pemerintah kabupaten, Dewan Masjid, dan perusahaan. Tujuannya agar para pelaku profesi penyembelihan tersertifikasi secara halal, sehingga tidak ada lagi keraguan masyarakat terhadap kehalalan produk,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, sebanyak 40 peserta mengikuti Bimtek tahap awal ini. Ke depannya, program ini diharapkan terus berkembang, dengan pelaksanaan yang berbasis masjid di tiap desa atau kelurahan.

Selain menyasar pengusaha ayam skala besar yang memasok ke pasar, program ini juga mendukung Rumah Potong Hewan di Mangkurawang yang masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia.

“Terima kasih kepada Dewan Masjid Kutai Kartanegara atas inisiatifnya dalam penyediaan SDM yang sangat membantu kami,” tutupnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

APBD Kukar 2023 Senilai Rp7,2 Triliun Disahkan, Pembangunan Daerah Siap Dikebut

Advertorial

Desa Berstatus Mandiri di Kukar Bertambah, 30 Desa lagi Menerima Penghargaan dari Bupati

Advertorial

Siang Geah Menghadiri Deklarasi Relawan GAMA Kutim

Pemerintah

Apel Gabungan HUT ke-54 Korpri, Pemkab Kukar Tekankan Penerapan Manajemen Talenta ASN

Advertorial

Optimalkan Penggunaan APBD, Pemkab Kutim Komitmen Alokasikan Belanja Daerah Tepat Sasaran

Advertorial

KPU Kukar Hadiri Sidang MK, Dengarkan Pembacaan Gugatan yang Diajukan Dua Paslon

Ekonomi

Polemik Iuran BPJS, Pemkab Kukar Berkomitmen Menjamin Biaya Kesehatan Seluruh Masyarakat

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Minta Dilibatkan Dalam Penyusunan Perubahan Undang-Undang Terkait IKN