Home / Bisnis / Ekonomi / Pendidikan-Kesehatan / Serba Serbi

Senin, 10 November 2025 - 10:47 WIB

Kampong Kuliner Tradisional Gang 7 Kembali Hadir, Jadi Ruang Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Kutai

Pembukaan Kampong Kuliner Tradisional Gang 7

Pembukaan Kampong Kuliner Tradisional Gang 7

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Warga Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, kembali menggelar Kampong Kuliner Tradisional Gang 7 RT 06, sebuah agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal ini dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar), Rinda Desianti, di Gang 7, Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru, Tenggarong, pada Minggu (9/11/2025).

Tahun ini menjadi penyelenggaraan Kampong Kuliner Tradisional yang ke-6, yang kembali menghadirkan suasana khas pedesaan dengan aneka jajanan tradisional, pertunjukan seni daerah, serta berbagai permainan rakyat.

Ketua Panitia, Wedy Handoko, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, sponsor, dan semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini. Dalam tujuh hari ke depan, kami berharap masyarakat dapat menikmati dan mengenal lebih dekat kuliner khas Kutai yang mulai jarang ditemui,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya berfokus pada promosi makanan khas, tetapi juga sebagai sarana menghidupkan kembali seni dan permainan tradisional Kutai.

Baca Juga :  Program 150 Juta per RT Mulai Berjalan Tahun 2026, Difokuskan untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kukar

“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan kembali budaya lokal kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM di Kukar. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa tradisi dan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan,” tutur Wedy.

Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci terselenggaranya Kampong Kuliner yang terus eksis hingga kini.

Sementara itu, sambutan Bupati Kukar yang dibacakan oleh Rinda Desianti menekankan pentingnya peran kegiatan semacam ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

“Kampong Kuliner Tradisional bukan hanya ajang makan-makan, tetapi wujud nyata dari pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. Di sinilah pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga anak muda dapat menampilkan produk khas daerah dengan sentuhan inovatif dan modern,” ujar Rinda.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat lokal. Menurutnya, setiap stan kuliner bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga wadah belajar dan berinovasi.

“Melalui Kampong Kuliner, masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga pelaku utama pembangunan. Ini adalah bentuk ekonomi rakyat yang tumbuh dari bawah, milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sejumlah Kebutuhan Pokok Melonjak, Disperindag Kukar Tunggu Respon Pemerintah Pusat

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan Kampong Kuliner membawa dampak positif bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja baru, hingga penguatan identitas budaya melalui kuliner khas etam.

Kegiatan ini juga mendukung program daerah ‘Ekonomi Kreatif Kukar Terbaik’ yang menyediakan fasilitas gedung, pelatihan branding, serta bantuan stimulan bagi pelaku usaha lokal.

“Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan dan jati diri bangsa. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong sektor ekonomi kreatif non-ekstraktif agar menjadi fondasi ekonomi baru Kukar. Melalui berbagai program, kami ingin pelaku UMKM terus berinovasi, menjaga kualitas, dan bangga membawa nama daerahnya,” ucapnya.

Acara pembukaan malam itu berlangsung meriah dengan tampilan kuliner khas seperti nasi bekepor, rojak cabe, kue apam,  hingga sambal raja yang disajikan oleh warga.

Dengan dukungan berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, Kampong Kuliner Tradisional Gang 7 kembali menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap warisan budaya Kutai. (rpp/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Insentif Guru Honorer Segera Cair, Nominal yang Diterima Bervariasi Sesuai Lokasi Tugas

Advertorial

Komisi IV DPRD Kukar Telah Melakukan Evaluasi Kinerja Disdikbud, Progres Kegiatan APBD Murni Baru 85 Persen

Bisnis

Pasar Ramadan Dipusatkan di Tangga Arung Square, 105 Pedagang Tercatat Mengisi Lapak

Advertorial

Kecamatan Sebulu Akan Menggelar Festival Pekan Raya Sebulu 2023, Diharapkan Dongkrak Ekonomi dan Seni Budaya Daerah

Advertorial

Wakil Ketua II DPRD Kutim Sebut Santri Sebagai Pondasi Kuat Bagi Bangsa dan Negara

Infrastruktur

Disdikbud Kukar Kebut Sertifikasi Lahan Sekolah, Upaya Amankan Aset Pendidikan dan Buka Akses Bantuan Pusat

Advertorial

Pansus LKPJ DPRD Kaltim Meninjau Dua Proyek Sekolah di Kabupaten PPU

Hukum - Kriminal

Wujudkan Polisi Sahabat Anak, Polsek KP Samarinda Sulap Ruang Tunggu Jadi Taman Belajar