KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meresmikan Taman Musik Kota Raja Tenggarong yang dirangkai dengan Launching Calendar of Event (CoE) atau Kalender Event Daerah Kabupaten Kukar Tahun 2026, pada Selasa (30/12/2025).
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan, peresmian Taman Musik ini merupakan bagian dari penyelesaian pembangunan fasilitas publik yang ditargetkan rampung pada tahun 2025.
Peluncuran taman ini sengaja dilakukan satu hari menjelang malam pergantian tahun agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ia menjelaskan, kehadiran Taman Musik menambah dan melengkapi ruang terbuka publik yang dibangun Pemkab Kukar di kawasan Tenggarong dan sekitarnya. Ke depan, Pemkab Kukar menargetkan pembangunan ruang terbuka serupa tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten.
“Mimpi dan rencana kita, taman-taman seperti ini bukan hanya di Tenggarong saja, tapi juga di 20 kecamatan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Taman Musik juga disiapkan sebagai ruang ekspresi bagi penggiat seni dan budaya, sejalan dengan visi dan misi Kukar Idaman Terbaik. Pemkab Kukar, kata dia, berkomitmen menyediakan ruang-ruang publik yang inklusif bagi pelaku seni, adat, dan budaya daerah.
“Kita memberi ruang untuk penggiat seni dan penggiat adat-adat. Makanya kita sediakan ruang-ruang seperti ini,” ujarnya.
Terkait aturan penggunaan taman, ia menyebutkan bahwa Taman Musik akan menerapkan kebijakan ramah anak, termasuk larangan merokok sebagaimana yang diterapkan di Taman Tanjung.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Kukar juga melaunching Kalender Event Daerah Tahun 2026. Aulia memastikan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, pelaksanaan event-event di Kukar tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kita ingin memastikan meskipun dengan situasi dan kondisi anggaran yang terbatas, event-event di Kutai Kartanegara tetap kita laksanakan,” katanya.
Menurutnya, event-event daerah memiliki peran strategis sebagai pemicu (trigger) pergerakan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Event itu sifatnya sebagai trigger aktivitas UMKM. Ketika event ada, orang berkunjung ke suatu tempat, maka aktivitas ekonomi di sekitar bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ltf/fdl)










