Home / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Bupati Ungkap Upaya Menghadirkan Fakultas Kedokteran di Kukar Terkendala Kebijakan University Based

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat memberikan sambutan di acara peresmian gedung baru di RSUD AM Parikesit (Latif/Eksposisi)

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat memberikan sambutan di acara peresmian gedung baru di RSUD AM Parikesit (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapan daerah untuk memiliki fakultas kedokteran sendiri. Namun demikian, kebijakan nasional yang masih mewajibkan pendirian fakultas kedokteran berbasis universitas (university based) menjadi kendala utama untuk merealisasikan hal tersebut.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa secara fasilitas dan kesiapan rumah sakit, Kukar sejatinya telah sangat siap untuk mendukung keberadaan fakultas kedokteran. Akan tetapi, saat ini kebijakan belum memperbolehkan pendirian fakultas kedokteran berbasis rumah sakit (hospital based).

“Kita sudah sangat siap untuk punya fakultas kedokteran. Tetapi kebijakan sekarang ini fakultas kedokteran belum bisa hospital based. Artinya, RSUD A.M. Parikesit belum diperbolehkan langsung membuka fakultas kedokteran,” ujarnya, pada Kamis (15/01/2026).

Baca Juga :  RPJMD Kukar 2025-2029 Fokus Pembangunan Berkelanjutan Melalui Program Kukar Idaman Terbaik

Menurutnya, dengan sistem university based, maka pendirian fakultas kedokteran harus berada di bawah naungan perguruan tinggi. Di Kukar, satu-satunya perguruan tinggi yang secara kewenangan dapat membuka fakultas kedokteran adalah Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

“Namun dengan segala keterbatasan yang ada, Unikarta saat ini belum bisa membuka fakultas kedokteran,” jelasnya.

Meski demikian, RSUD AM Parikesit tetap berperan aktif sebagai rumah sakit pendidikan. Saat ini, rumah sakit tersebut telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan.

Baca Juga :  HUT ke-243 Kota Tenggarong, Bupati Kukar Ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut

“Sekarang secara hospital, rumah sakit pendidikan di sini digunakan oleh Unmul dan UMKT. Kami aktif melayani dua universitas tersebut,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut memiliki klausul khusus. Apabila di kemudian hari terdapat universitas lokal di Kukar yang membuka fakultas kedokteran dan membutuhkan satu rumah sakit pendidikan secara penuh, maka RSUD AM Parikesit akan diprioritaskan untuk universitas lokal tersebut.

“Perjanjiannya jelas, kalau nanti ada universitas lokal di Kutai Kartanegara yang membuka fakultas kedokteran dan membutuhkan single hospital, maka yang lain tidak kita layani,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

KKP Gandeng KTNA Promosikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan

Advertorial

DPRD Kukar Sedang Fokus Menyusun AKD, Sebagai Fondasi Kinerja Efektif

Pemerintah

DPRD Kukar Tekankan Tidak Boleh Ada Proyek Mangkrak, Minta Pemkab Tuntaskan Secara Bertahap

Ekonomi

Bapanas Pastikan Pasokan Beras Aman Selama Bulan Ramadan

Advertorial

SIFT Ramaikan HUT ke-24 Kutim, 109 Peserta ikuti Lomba Mancing

Advertorial

Apel Pencanangan BBGRM ke-22 di Kukar, Bupati Sebut Budaya Gotong Royong Melekat Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pemerintah

KAHMI dan FORHATI Kukar Periode 2026–2031 Dilantik, Diharapkan Memberi Manfaat untuk Masyarakat

Pemerintah

Layanan Bağı Tenaga Kesehatan Pada Mal Pelayanan Publik Telah Disempurnakan