Home / Pemerintah / Politik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:05 WIB

Festival Kota Juang Sanga-Sanga Jadi Ruang Partisipasi Warga dan Penggerak Ekonomi Lokal

Rahmat Darmawan - Anggota DPRD KUkar (Latif/Eksposisi)

Rahmat Darmawan - Anggota DPRD KUkar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pelaksanaan Festival Kota Juang Sanga-Sanga yang digelar selama sepekan, mulai 25 Januari hingga 1 Februari 2026, tak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang partisipasi warga sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal di Kecamatan Sanga-Sanga.

Berlangsungnya festival dalam durasi panjang dinilai memberi peluang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif, untuk terlibat langsung. Lapak-lapak UMKM, kuliner lokal, hingga produk kerajinan warga diperkirakan akan menjadi denyut utama aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Anggota DPRD Kukar dari Dapil IV, Rahmat Dermawan, saat di hubungi pada Sabtu (24/01/2026), menilai Festival Kota Juang memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Siap Untuk Lestarikan Musik Tingkilan, Melalui Upaya Penguatan dan Pembinaan

“Kalau acaranya hanya sehari dua hari, dampaknya cepat habis. Tapi ini satu minggu penuh, tentu ada perputaran ekonomi yang dirasakan warga, terutama pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, festival ini juga dipandang sebagai sarana memperkuat identitas Sanga-Sanga sebagai kawasan bersejarah. Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi patung Bung Karno menjadi daya tarik baru yang memperkuat citra Kota Juang sebagai destinasi wisata sejarah.

Rahmat menyebut, pembangunan ikon tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan wisata berbasis sejarah dan ekonomi kreatif, yang ke depan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Madu Kelulut Produksi Kelompok Peternak Kecamatan Loa Janan Dipuji Bupati Kukar

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, penyelenggaraan festival tetap dilakukan dengan pendekatan kolaboratif.

Pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas lokal, pelaku usaha, hingga sponsor swasta, agar kegiatan tetap berjalan tanpa membebani APBD secara berlebihan.

Festival Kota Juang Sanga-Sanga tidak hanya diproyeksikan sebagai agenda hiburan, tetapi sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan ekonomi warga, dan menegaskan kembali posisi Sanga-Sanga sebagai salah satu ikon penting di Kutai Kartanegara.

“Sekarang polanya gotong royong. Hiburan rakyat dan beberapa rangkaian acara didukung pihak ketiga. Ini justru membuka ruang partisipasi yang lebih luas,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Soroti Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten PPU dan Paser

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Polindes dan Rumah Bidan di Desa Loa Lepu

Advertorial

Pemerintah Kecamatan Sebulu Dukung Pembangunan Jembatan yang Lama Dinanti Masyarakat

Advertorial

Peningkatan Infrastruktur Jalan Pertanian Turut Jadi Fokus Dinas PU Kukar

Advertorial

Pemkab Kukar Tunjukkan Identitas Kesenian Daerah Melalui Ekspresi Budaya Tradisional

Advertorial

Tingginya Antusias Masyarakat Dukung Timnas Indonesia, Pemkab Kukar Kembali Gelar Nobar di Pendopo

Ekonomi

Sejumlah Paguyuban dan Sanggar Tari Ramaikan Kirab Kukar Festival Budaya Nusantara 2023

Bisnis

Evaluasi Tata Kelola Disorot, Pemkab Kukar Siapkan Penertiban Menyeluruh di Tangga Arung Square