Home / Pemerintah

Selasa, 21 April 2026 - 15:28 WIB

Kegaduhan Rekrutmen RSUD AMI Muara Badak, Bupati Kukar Tepis Isu Minimnya Penerimaan Tenaga Lokal

Bangunan gedung RSUD Aji Muhammad Idris Kecamatan Muara Badak (Istimewa)

Bangunan gedung RSUD Aji Muhammad Idris Kecamatan Muara Badak (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Polemik rekrutmen pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris (AMI) Muara Badak menjadi perhatian publik. Keluhan masyarakat terkait minimnya keterlibatan tenaga lokal pun mencuat dan memicu kegaduhan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, angkat bicara usai melakukan peninjauan data rekrutmen yang ada. Ia menegaskan bahwa isu tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan fakta di lapangan.

Menurutnya, pemerintah daerah memang menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang merasa belum terakomodasi dalam proses penerimaan tenaga kerja di rumah sakit tersebut.

“Kami mendapat keluhan bahwa rumah sakit AMI Aji Muhammad Idris itu tidak mengakomodir warga lokal,” ujarnya pada Senin (20/04/2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hasil penelusuran data menunjukkan kondisi yang berbeda dari persepsi yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga :  Ragam Acara Disiapkan Untuk Perayaan HUT ke-24 Desa Batuah

“Kalau kita bicara data ya, setelah kita lihat 60 persen yang direkrut di AMI itu adalah orang Muara Badak dan Marangkayu,” jelasnya.

Menurutnya, selain tenaga kerja dari dua kecamatan tersebut, terdapat pula sekitar 30 persen tenaga kerja yang berasal dari wilayah lain di Kukar. Sementara sisanya sekitar 10 persen berasal dari luar daerah.

Dengan komposisi tersebut, menurutnya, dominasi tenaga kerja lokal dan daerah masih sangat kuat dalam struktur kepegawaian RSUD AMI Muara Badak.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pelamar menjadi tantangan tersendiri dalam proses seleksi tenaga kerja di rumah sakit tersebut.

“Contohnya apoteker, yang diterima dua, yang daftar 60. Perawat juga melimpah, dokter juga melimpah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Raih Juara Pertama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Berprestasi 2024

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk bekerja di sektor kesehatan, khususnya di RSUD AMI, sangat tinggi dan bahkan melebihi kebutuhan yang tersedia.

Ia pun memastikan bahwa permasalahan utama yang dihadapi saat ini bukanlah kekurangan tenaga kesehatan, melainkan terkait kejelasan status kepegawaian.

Sebelumnya, pemerintah daerah sempat mengalami kendala dalam menentukan skema perekrutan, mengingat aturan terkait tenaga harian lepas (THL) sudah tidak diperbolehkan, sementara skema PPPK memiliki persyaratan tersendiri.

Sebagai solusi, pemerintah kini menggunakan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja di RSUD AMI.

“Sekarang yang kita lakukan adalah merekrut mereka sebagai tenaga BLUD, karena BLUD boleh merekrut. Tinggal mekanisme pembayaran yang kita sesuaikan agar sesuai dengan regulasi yang ada,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Anggaran di Kecamatan Muara Bengkal yang Tidak Transparan

Advertorial

Raih Sejumlah Prestasi, SMPN 1 Tenggarong Intens Melakukan Pembinaan Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler

Advertorial

Sertijab Kepala Diarpus Kukar, Sekda Apresiasi Dedikasi Aji Lina Rodiah yang Sudah Purna Tugas

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Sidang Paripurna, Bapemperda Sampaikan 4 Rancangan Perda Inisiatf Legislatif

Advertorial

33 Pejabat Pemkab Kukar Seleksi JPTP Melalui Tes Mengaji

Advertorial

Pemkab Dorong DMI Kukar Berperan Aktif Melakukan Pemberdayaan Umat dan Penguatan Fungsi Masjid

Advertorial

Hearing DPRD Kutai Timur Menindaklanjuti Sengketa Lahan Desa Pengadan

Advertorial

Disdikbud Kukar Beri Apresiasi Kepada SDN 018 Tenggarong yang Berhasil Meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri