Home / Pemerintah

Senin, 27 April 2026 - 17:51 WIB

Pemkab Kukar Dorong Gerakan Pangan Aman Jadi Budaya Masyarakat

Penandatanganan MoU Kegiatan Advokasi Terpadu Gerakan Pangan Aman (Latif/Eksposisi)

Penandatanganan MoU Kegiatan Advokasi Terpadu Gerakan Pangan Aman (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser pendekatan program gerakan pangan aman dari sekadar agenda kegiatan menjadi gerakan berbasis budaya masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang dibuka Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pada Senin (27/4/2026).

Alih-alih hanya menekankan aspek teknis atau pelaksanaan program, Pemkab Kukar kini mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar keamanan pangan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dibanding sekadar pelaksanaan program yang bersifat jangka pendek.

Aulia Rahman Basri menegaskan, keterkaitan antara kesehatan dan produktivitas menjadi dasar penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki daya saing ekonomi yang lebih baik, sehingga isu pangan aman tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga :  Asisten III Setkab Kukar Melepas Peserta TCRF 2024 yang Diinisiasi Dispar

“Orang yang sehat insyaAllah akan lebih produktif. Sementara produktivitas itu akan berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, keamanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan makanan, tetapi juga proses distribusi hingga konsumsi di tingkat rumah tangga.

Pemkab Kukar mengintegrasikan empat sektor sekaligus, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman, sebagai satu kesatuan gerakan.

Namun, pendekatan terpadu ini juga diikuti dengan penekanan kuat pada koordinasi lintas sektor. Ia secara tegas mengingatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak bekerja secara parsial, karena keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antarinstansi.

Baca Juga :  Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kukar Mulai Direalisasikan, Disdikbud Pastikan Berjalan Sesuai Aturan

“Ini bukan tanggung jawab satu pihak. Harus ada kerja bersama untuk membangun ekosistem pangan yang sehat,” tegasnya.

Ia menyoroti kecenderungan program pemerintah yang berhenti pada tahap seremonial. Ia meminta seluruh pihak memastikan bahwa gerakan pangan aman benar-benar memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

“Yang dilihat masyarakat adalah manfaatnya. Maka hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi Parta Demokrat DPRD Sebut Peningkatan Belanja Daerah Kutim Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Desa

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Musrenbang Tematik, Membahas Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Prevalensi Stunting

Advertorial

DPRD Kutim Mengevaluasi Kinerja Pemerintah Melalui LKPJ Bupati Kutim 2023

Advertorial

Upaya Wujudkan Kutim Hebat 2045, DPRD Sedang Mempersiapkan RPJPD 2024-2045,

Advertorial

Mendes PDT Bersedia Menjadi Ketua Dewan Penasehat ADeSI

Advertorial

Bupati Ardiansyah Sulaiman Lepas Pawai Kirab Budaya Peringatan HUT ke-24 Kutim

Advertorial

Upaya Ketua DPRD Kutim Bantu Nelayan Atasi Kelangkaan BBM

Advertorial

Bupati Kukar Kunjungi Tiga Desa untuk Mengecek Pemanfaatan Pompa Irigasi yang Diberikan