KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, kembali menginjakkan kaki di Tenggarong, pada Jumat (12/6/2026), setelah hampir sembilan tahun menjalani masa hukuman dalam kasus korupsi yang menjerat dirinya.
Kepulangan Rita mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.
Sejak tiba di Kalimantan Timur (Kaltim), Rita mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat yang menyambut dirinya begitu besar. Bahkan, iring-iringan kendaraan roda dua turut mengawal perjalanannya menuju kediaman keluarga di Tenggarong.
Suasana haru terlihat saat Rita menyapa warga yang memadati sejumlah titik jalan. Ia mengaku sempat menutupi identitasnya selama perjalanan karena tidak membayangkan akan disambut oleh banyak orang.
“Saya sedih, terharu. Waktu melewati jembatan itu rasanya luar biasa. Saya tidak pernah membuka penutup wajah selama perjalanan karena memang tidak menyangka akan ada sambutan seperti ini,” ujarnya.
Sambutan tersebut disebutnya sebagai bentuk kasih sayang masyarakat yang masih mengingat dirinya.
Selain mengungkapkan rasa haru atas penyambutan tersebut, Rita juga menyoroti perkembangan Kota Tenggarong yang dinilainya semakin baik dibandingkan saat terakhir dirinya berada di Kukar.
“Keren, saya senang melihat Tenggarong sekarang. Saya lihat sekilas banyak yang sudah berkembang. Alhamdulillah, bagus, keren dan mantap,” katanya.
Meski demikian, ia menilai masih ada sejumlah potensi daerah yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya kawasan Pulau Kumala yang pernah menjadi salah satu ikon wisata Kukar.
Rita berharap kawasan tersebut dapat kembali berkembang dan dimanfaatkan sebagai ruang publik masyarakat.
KRita menekankan bahwa kepulangannya ke Tenggarong, bukan untuk aktivitas politik. Untuk sementara waktu ia memilih menetap di kampung halamannya guna beristirahat dan berkumpul bersama keluarga yang selama bertahun-tahun tidak dapat ditemuinya secara langsung.
“Aku lahir di sini dan sudah lama sekali tidak tinggal di rumah ini. Sementara saya mau di sini dulu, mau istirahat dulu sambil melihat situasi. Masih ada keluarga yang ingin saya temui dan ada juga urusan yang harus saya selesaikan,” ungkapnya.
Rita juga mengaku ingin melakukan ziarah ke makam orang tua serta sejumlah anggota keluarga yang meninggal dunia selama dirinya menjalani masa hukuman. Menurutnya, selama hampir satu dekade terakhir banyak kabar keluarga yang tidak sempat ia ikuti.
Selain keluarga, hal lain yang paling dirindukan Rita dari Tenggarong adalah kuliner di Tenggarong. Ia secara khusus menyebut bakso GLG sebagai salah satu makanan favorit yang selalu dirindukannya selama berada di luar daerah.
“Saya paling kangen makanannya. Bakso GLG itu favorit saya sejak dulu. Bahkan sehari bisa tiga kali makan di sana. Kalau pulang ke Tenggarong, itu salah satu yang paling saya rindukan,” tuturnya.
Terkait munculnya berbagai dukungan di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan kontestasi politik mendatang, Rita memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih jauh. Ia menegaskan saat ini fokus utamanya adalah beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga serta masyarakat.
“Saya mau istirahat dulu. Sekarang saya lebih ingin bertemu keluarga, berziarah, dan bertemu masyarakat. Politik bukan fokus saya saat ini. Yang jelas, saya sangat terharu melihat sambutan masyarakat Kukar hari ini,” pungkasnya. (ltf/fdl)









