KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 23 Juni 2025, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik melalui penguatan fondasi ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Aulia saat memberikan sambutan dalam agenda Launching Program RT-Ku Terbaik, Aplikasi Siap Kerja, dan Aplikasi Aduan Masyarakat di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, pada Selasa (23/6/2026).
Momentum tersebut juga bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan pasangan Aulia-Rendi sejak dilantik pada 23 Juni 2025.
Aulia menyampaikan berbagai program pembangunan telah berjalan, meski masih terdapat sejumlah target yang harus dituntaskan dalam empat tahun mendatang.
“Hari ini tepat satu tahun kami menjalankan amanah tersebut. Tentunya ada hal yang sudah kita capai dan masih banyak yang belum bisa kita wujudkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, semangat kebersamaan dan persatuan menjadi modal utama dalam menggerakkan pembangunan hingga ke tingkat paling bawah.
Aulia menjelaskan bahwa Kukar Idaman Terbaik merupakan bagian dari langkah pembangunan jangka panjang yang bertujuan menyiapkan daerah menghadapi tantangan masa depan.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kukar saat ini adalah ketergantungan ekonomi terhadap sektor pertambangan.
“Ketika sektor ini mengalami penurunan secara gradual, kondisi perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara juga ikut terpengaruh,” katanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Kukar mulai menyiapkan strategi transformasi ekonomi menuju sektor yang lebih berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan agar daerah tetap mampu tumbuh dan berkembang meskipun suatu saat sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama pendapatan daerah.
Salah satu sektor yang menjadi fokus pengembangan adalah pariwisata. Menurut Aulia, Kukar memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, Sungai Mahakam, hingga kekayaan budaya dan seni tradisi yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
“Kita memiliki destinasi wisata yang sangat luar biasa, Kita punya air terjun, sungai Mahakam, serta kekayaan adat istiadat dan seni pertunjukan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Selain pariwisata, sektor pertanian juga menjadi prioritas pembangunan. Dengan luas wilayah daratan yang mencapai sekitar 26 ribu kilometer persegi, Kukar dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Aulia berharap seluruh lapisan masyarakat memiliki visi yang sama dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kesamaan langkah mulai dari tingkat RT, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten menjadi kunci untuk mewujudkan masa depan Kukar yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Mudah-mudahan mimpi ini menjadi mimpi kita bersama sehingga langkah gerak kita dari tingkat RT sampai kabupaten memiliki arah yang sama,” pungkasnya. (ltf/fdl)









