KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 50 perempuan pelaku ekonomi kreatif di Kecamatan Tenggarong. Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Tenggarong, pada Selasa (7/7/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk yang dihasilkan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi stimulus bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang.
“Hari ini kita bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur membagikan bantuan stimulus untuk pelaku UMKM dan industri kreatif di Kecamatan Tenggarong. Tentunya kegiatan ini bertujuan bagaimana UMKM dan kegiatan industri kreatif kita ini bisa naik kelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerima bantuan berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari penjual gorengan, peternak, pembuat kue, usaha minuman, hingga jasa katering. Keberagaman bidang usaha tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki masyarakat Tenggarong.
Melalui bantuan berupa peralatan usaha, pemerintah berharap setiap pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk yang selama ini mereka hasilkan. Peningkatan kualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.
“Dengan kita memberikan bantuan ini, kita berharap para pelaku UMKM ini bisa meningkatkan kualitas dari produk yang mereka geluti selama ini,” ucapnya.
Selain meningkatkan kualitas, bantuan tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi. Dengan peralatan yang lebih memadai, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih besar dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Aulia menilai peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan perbaikan tampilan produk. Menurutnya, kemasan yang lebih baik akan memberikan nilai tambah sehingga produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar.
“Misalnya teman-teman pembuat kue, dengan adanya peralatan ini kapasitas produksinya bisa lebih ditingkatkan lagi, packaging-nya bisa lebih bagus lagi, sehingga pendapatan mereka bisa jauh lebih tinggi lagi,” jelasnya.
Pada tahap ini, bantuan usaha ekonomi produktif diberikan kepada 50 perempuan penerima manfaat yang berasal dari Kecamatan Tenggarong. Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu menjadi modal awal bagi para pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis dan memperkuat perekonomian keluarga.
“Ada 50 penerima manfaat untuk di Kecamatan Tenggarong. Harapan kita, dengan adanya stimulus ini apa yang dilakukan para pelaku UMKM bisa jauh lebih baik lagi dan memberikan nilai tambah terhadap aktivitas usaha yang mereka jalankan,” pungkasnya. (ltf/fdl)









