KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kebakaran terjadi di Jalan Belida Gang 2 RT 7, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Senin (20/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.20 WITA itu menghanguskan sekitar lima bangunan kos.
Salah seorang korban, Nuruani (39), mengaku saat kejadian dirinya sedang memasak di dapur untuk menyiapkan pesanan katering. Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan dari arah belakang rumah yang semula dikira suara orang bertengkar.
“Saya lagi masak karena besok ada pesanan catering. Tiba-tiba dengar bunyi meledak di belakang. Pas saya keluar, api sudah besar. Saya langsung teriak minta tolong karena panik,” katanya.
Nuraini mengatakan dirinya hanya sempat menyelamatkan tiga unit sepeda motor. Seluruh barang lainnya, termasuk pakaian dan perabot rumah tangga, habis dilalap api. Ia memperkirakan sedikitnya enam unit kontrakan terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada yang tersisa, cuma motor saja yang bisa diselamatkan. Yang lain habis terbakar. Syukur alhamdulillah semua penghuni selamat,” ucapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan berdasarkan pendataan awal terdapat sekitar lima atap bangunan yang terbakar. Namun, karena sebagian merupakan rumah kos dengan beberapa pintu dalam satu atap, jumlah unit hunian yang terdampak lebih banyak.
“Kurang lebih ada lima atap. Ada satu atap yang terdiri dari dua pintu, ada juga tiga pintu karena hampir semuanya merupakan kos-kosan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu sekitar satu jam. Strategi yang diterapkan adalah melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sisi kiri, kanan maupun belakang lokasi kebakaran.
“Kurang lebih satu jam kita sudah sekat. Seperti biasa kita lakukan penyekatan di kiri, kanan dan belakang. Alhamdulillah api bisa kita blok sehingga tidak meluas,” katanya.
Fida mengakui proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya sumber air di sekitar lokasi.
Petugas mengandalkan armada tangki untuk memasok air dari lokasi yang cukup jauh, sementara akses menuju titik kebakaran juga sempit karena berada di dalam gang.
Sebanyak delapan unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Namun dua unit yang berada di Pos Patimura sengaja tidak digeser agar tetap bersiaga mengamankan wilayah tengah kota apabila terjadi kejadian lain.
Di tengah proses pemadaman, pihaknya juga sempat menerima informasi mengenai dugaan kebakaran di lokasi lain yang belakangan diketahui merupakan video lama.
“Saya sudah mengingatkan anggota agar mengecek dulu kebenaran informasi sebelum bergerak. Dalam situasi seperti ini kita harus waspada terhadap informasi yang bisa memecah konsentrasi petugas,” tegasnya.
Menurut Fida, saat laporan pertama diterima, dua unit pemadam lebih dulu diberangkatkan untuk memastikan status kejadian. Setelah tiba di lokasi dan melihat api sudah membesar, barulah bantuan tambahan diminta sehingga seluruh armada bergerak menuju titik kebakaran.
Bangunan yang terbakar didominasi material kayu sehingga api dengan cepat membesar. Hanya beberapa bangunan semi permanen berbahan beton yang berada di bagian depan gang.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang, meski dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korsleting listrik.
Meski kobaran api cukup besar, Fida memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai dugaan adanya anak kecil yang terjebak sempat beredar, namun setelah dilakukan pengecekan bersama warga dan Ketua RT, seluruh penghuni dipastikan berhasil menyelamatkan diri. (ltf/fdl)








