KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bencana longsor susulan terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, longsor susulan terjadi di Desa Margasari, Kecamatan Loa Kulu, dan berdampak pada tiga unit rumah warga, pada senin (31/8/2026).
Dari tiga rumah yang terdampak, satu rumah mengalami kerusakan total hingga runtuh dan hanyut ke Sungai Mahakam. Sementara satu rumah lainnya mengalami rusak berat pada bagian badan bangunan, sedangkan satu rumah mengalami rusak ringan pada bagian kamar mandi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar juga telah turun ke lokasi untuk melakukan langkah mitigasi.
“Kita sudah mendapatkan info tersebut, BPBD sudah turun ke sana untuk memitigasi. Kita melakukan langkah-langkah yang harusnya kita lakukan,” ujar Aulia Rahman Basri pada Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan terhadap rumah warga yang terdampak, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi longsor.
Pemkab Kukar, terus berkoordinasi dengan pihak balai jalan untuk memastikan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut tetap dapat berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan akibat bencana.
“Kita berkoordinasi tetap dengan teman-teman balai jalan untuk memastikan bahwa kegiatan, aktivitas di sana itu bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Aulia juga memastikan masyarakat yang menjadi korban terdampak bencana akan mendapatkan hak sesuai dengan tingkat kerusakan rumah masing-masing. Pemerintah daerah akan melihat kondisi setiap bangunan untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
“Bagi warga-warga yang mengalami musibah tersebut bisa mendapatkan hak-haknya sesuai dengan kondisi rumah yang menjadi korban atau menjadi dampak dari bencana longsor tersebut,” jelasnya.
Ia mengatakan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah bekerja di lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Pemerintah daerah juga melakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bencana.
“OPD terkait sudah bekerja untuk memastikan bahwa masyarakat kita di sana aman dan kita melaksanakan tindakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, Bupati Kukar mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi lingkungan dan terus memantau situasi di lapangan.
“Kita mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati, selalu memonitor kondisi di lapangan,” ujarnya.
Aulia memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan melalui tim yang telah diturunkan ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus merespons apabila terjadi perkembangan atau potensi bencana susulan.
“Tim kita juga dari pemerintah daerah itu sudah turun ke lapangan untuk memantau, untuk memastikan keamanan warga masyarakat kita,” pungkasnya. (ltf/fdl)










