KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Cara Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menanam padi di kawasan Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, menjadi perhatian. Karena benih padi ditanam dan ditebar langsung ke kawasan Danau Semayang yang masih terdapat genangan air.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (2/9/2026), dengan benih padi yang ditebar mencapai satu ton untuk areal sekitar 100 hektare. Cara tersebut terlihat berbeda dari pola tanam padi yang umumnya dilakukan di lahan pertanian.
Namun, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memastikan metode tersebut bukan sekadar cara tanam yang dilakukan tanpa perhitungan. Penebaran benih langsung ke dalam air dikenal sebagai metode Tabela Dar atau tanam benih langsung dalam air.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Muhammad Farid menjelaskan, metode tersebut memungkinkan benih berada di dalam air sebelum kemudian tumbuh ketika permukaan air mulai surut.
“Dulu pernah dilakukan di daerah Banjar. Namanya Tabela Dar, tanam benih langsung dalam air. Itu sudah pernah dicoba dan tumbuh,” katanya, pada Selasa (8/9/2026).
Menurut Farid, metode tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi kawasan Danau Semayang yang masih memiliki genangan. Benih yang ditebar nantinya diharapkan mengikuti kondisi lahan hingga air berangsur surut dan tanaman mulai tumbuh.
Penggunaan metode tersebut juga bukan kali pertama dilakukan di kawasan Semayang. Distanak mencatat masyarakat setempat telah mengenal aktivitas pertanian di kawasan danau sejak sekitar 1996.
Pola serupa kemudian kembali dilakukan pada 2015 dan saat itu petani disebut berhasil memperoleh hasil panen.
“Tanaman di Semayang itu sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat di Danau Semayang. Itu di tahun 1996, kalau tidak salah. Kemudian tahun 2015 pernah dilakukan dan pernah panen di sana,” ujarnya.
Farid mengatakan, sebelum pemerintah ikut melakukan penanaman, masyarakat telah lebih dulu menanam padi di kawasan tersebut. Sejumlah tanaman milik warga bahkan telah tumbuh dengan usia sekitar 12 hingga 22 hari.
Kehadiran pemerintah, termasuk Bupati Kukar, disebut sebagai bentuk dukungan terhadap petani sekaligus upaya mendorong agar luas lahan pertanian di kawasan tersebut dapat bertambah.
Selain persoalan metode tanam, pemilihan lokasi di kawasan Danau Semayang juga berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat.
Warga setempat selama ini banyak menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, sementara pertanian dapat menjadi alternatif ketika aktivitas menangkap ikan mengalami kendala.
“Karena di sana adalah nelayan. Jadi ketika mereka sudah tidak bisa nelayan lagi, mereka beralih ke pertanian,” kata Farid.
Dalam penanaman kali ini, Distanak Kukar menggunakan varietas padi Inpari 32. Varietas tersebut dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit.
Dari total satu ton benih yang ditebar, tanaman diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 110 hari hingga memasuki masa panen.
Distanak memastikan tanaman yang telah ditanam di kawasan Danau Semayang menunjukkan pertumbuhan. Pemerintah daerah berharap metode tersebut dapat menjadi salah satu pilihan pengembangan pertanian di kawasan yang memiliki karakteristik lahan dan kondisi perairan seperti Danau Semayang.
“Jadi itu memang perhatian, bantuan dari kami, supaya membantu petani untuk menambah lagi luas tanam,” pungkasnya. (ltf/fdl)










