KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melihat pelaksanaan Bazar Murah TNI dalam rangka HUT ke-81 TNI sebagai salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Bazar yang digelar di Halaman Makodim 0906/Kutai Kartanegara (KKR), pada Selasa (22/9/2026), tersebut menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari. Kegiatan juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta Persit untuk memasarkan produk mereka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan keterlibatan berbagai pihak dalam bazar membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyediaan sembako murah, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Menurutnya, sejumlah komoditas yang tersedia dalam bazar merupakan kebutuhan yang cukup banyak dicari masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme warga yang datang untuk berbelanja di lokasi kegiatan.
“Berdasarkan pantauan dan penyampaian dari masyarakat, komoditas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan sembako,” katanya.
Dari sisi harga, Sunggono menyebut terdapat sejumlah komoditas yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ditemui masyarakat di pasaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bazar karena dapat membantu masyarakat menekan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga.
Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah minyak goreng Minyak Kita. Berdasarkan pantauan Pemkab Kukar, terdapat selisih harga sekitar Rp1.500 dibandingkan harga yang biasa dibeli masyarakat.
Selain minyak goreng, komoditas telur yang disediakan melalui koperasi juga memiliki perbedaan harga. Selisihnya disebut berada pada kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 dibandingkan harga pasar.
Sunggono menilai perbedaan harga tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang memang membutuhkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.
“Kalau dilihat dari pengakuan ibu-ibu tadi, jelas lebih murah dibandingkan harga yang biasanya mereka temukan sehari-hari,” ujarnya.

Pelaksanaan bazar juga didukung Perum Bulog yang menyediakan sejumlah komoditas pangan, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kehadiran komoditas tersebut turut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang relatif terjangkau.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM dan Persit membuat bazar memiliki fungsi tambahan sebagai ruang pemasaran produk lokal. Masyarakat yang datang tidak hanya dapat membeli kebutuhan pokok, tetapi juga menemukan berbagai produk usaha yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
Bagi Pemkab Kukar, kolaborasi antara TNI, pemerintah, Bulog, koperasi dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Bazar tersebut sekaligus memperkuat interaksi antara masyarakat dengan jajaran TNI di daerah.
Sunggono berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini, pasar murah bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya masyarakat di Tenggarong dan sekitarnya,” pungkasnya. (ltf/fdl)










