Home / Bisnis / Finansial / Pemerintah

Senin, 27 April 2026 - 15:35 WIB

Dugaan Pelanggaran UMSK Masih Terjadi di Sejumlah Perusahaan di Kukar, DPRD dan Pemkab Dorong Pengawasan dan Penindakan

Dialog Publik dengan tema Implementasi UMSK Penunjang Migas 2026 (Latif/Eksposisi)

Dialog Publik dengan tema Implementasi UMSK Penunjang Migas 2026 (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Isu dugaan pelanggaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mencuat. Namun, berbeda dari sekadar dorongan penindakan, kalangan legislatif justru menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan agar persoalan tidak terus berulang setiap tahun.

Sorotan ini mengemuka dalam Dialog Publik “Implementasi UMSK Penunjang Migas 2026” yang digelar di Tenggarong, pada Minggu (26/04/2026).

Forum tersebut tidak hanya membahas kepatuhan perusahaan, tetapi juga mengupas lemahnya mekanisme kontrol yang dinilai menjadi akar persoalan.

Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, menilai bahwa langkah tegas terhadap perusahaan memang penting, namun upaya preventif jauh lebih krusial untuk memastikan perlindungan tenaga kerja berjalan optimal.

“Penindakan itu penting, tapi yang lebih utama adalah bagaimana pengawasan bisa berjalan efektif sejak awal,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan pelanggaran UMSK bukan hal baru. Jika tidak ada perubahan pola pengawasan, isu serupa berpotensi terus muncul dan menjadi masalah berulang di setiap periode.

Baca Juga :  62 Pasangan Akan Nikah Massal di MPP Kukar

Ia menyoroti peran strategis Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) sebagai ujung tombak pengawasan. Ia menilai, penguatan fungsi pengawasan harus dilakukan secara sistematis, tidak hanya bersifat reaktif ketika kasus sudah mencuat ke publik.

“Harus ada evaluasi menyeluruh. Jangan hanya bergerak ketika ada laporan, tapi juga aktif melakukan pengawasan di lapangan,” tegasnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan komitmen untuk menindak perusahaan yang terbukti melanggar aturan ketenagakerjaan. Namun, ia juga menekankan pentingnya partisipasi pekerja dalam proses pengawasan.

Menurutnya, laporan dari pekerja menjadi salah satu pintu masuk utama bagi pemerintah untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran secara resmi dan terukur.

“Kami siap menindak sesuai aturan, tetapi informasi dari pekerja sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secara tepat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Menghadiri Rapat Paripurna Pengangkatan Akbar Haka Sebagai Anggota DPRD Kukar

Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi pekerja untuk melaporkan pelanggaran, baik melalui jalur formal maupun forum komunikasi yang tersedia.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengawasan yang lebih partisipatif, di mana pekerja tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam perlindungan ketenagakerjaan.

Di sisi lain, diskusi dalam forum tersebut juga menyoroti perlunya transparansi perusahaan dalam menerapkan standar upah sektoral, khususnya di sektor penunjang migas yang memiliki karakteristik kerja dan risiko berbeda.

Dengan kombinasi pengawasan aktif, partisipasi pekerja, dan komitmen penegakan aturan, DPRD Kukar berharap persoalan UMSK tidak lagi menjadi isu tahunan yang berulang.

“Harapannya ke depan bukan hanya soal menindak, tapi memastikan sistemnya berjalan sehingga pelanggaran bisa dicegah sejak awal,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Malam Grand Final Duta Budaya Sadi Sengkaka 2025 Berlangsung Meriah

Advertorial

Meriahkan HUT PGRI dan HGN, SDN 031 Loa Kulu Tampilkan Hasil Kreativitas Siswa

Advertorial

Puluhan Atlet dari Sejumlah Kecamatan di Kukar Ikuti Kejurkab Tenis Meja 2024

Pemerintah

DPMD Kukar Matangkan Perbup RTKU Terbaik, Siapkan Skema Pendampingan Hingga Tingkat RT

Advertorial

Pemuda Perwakilan Kukar Terpilih Menjadi Duta Budaya Provinsi Kaltim 2024

Advertorial

Akses Jalan Masih Terbatas, Pemerintah Kecamatan Tabang Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Bisnis

Harga Bahan Pokok di Pasar Mangkurawang Berfluktuasi, Daya Beli Masyarakat Masih Stabil

Pemerintah

Bupati Berencana Hadirkan Mini MPP di Seluruh Kecamatan untuk Wujudkan Kukar Idaman Terbaik