KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri optimistis pelaksanaan Erau Adat Kutai pada 2027 mendatang dapat kembali digelar dengan lebih meriah dan semarak.
Hal tersebut disampaikan Aulia usai menghadiri rangkaian Bepelas Malam VII (Ketayongan) dalam rangka Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman, pada Minggu malam (27/9/2026).
Aulia mengatakan, Bepelas Malam VII menjadi sesi terakhir dalam rangkaian malam bepelas Erau Adat Kutai tahun ini.
“Malam ini kita melaksanakan acara Bepelas Malam Ketujuh yang kita kenal dengan Ketayongan. Ini merupakan malam bepelas sesi terakhir di acara Erau Adat Kutai yang dilaksanakan di tahun 2026 ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai.
Aulia juga menyampaikan optimismenya terhadap pelaksanaan Erau Adat Kutai pada 2027, terlebih adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kita optimis, kita melihat prosesnya hari ini. Apalagi kita mendapat dukungan penuh oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur,” katanya.
Dengan dukungan tersebut, Aulia berharap Erau Adat Kutai 2027 dapat dikemas lebih meriah tanpa menghilangkan nilai-nilai adat dan kesakralan yang menjadi identitas utama tradisi Erau.
“Insya Allah 2027 Erau kita laksanakan lebih meriah, lebih semarak tanpa meninggalkan sisi sakralitas dari Erau itu sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung keberlangsungan Erau Adat Kutai.
Menurut Rudi, Erau bukan sekadar agenda kebudayaan, melainkan bagian dari adat istiadat sekaligus identitas masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara.
“Ini Erau bukan hanya acara budaya saja, tetapi merupakan adat istiadat dan menunjukkan identitas bahwa masyarakat Kalimantan Timur, masyarakat Kutai Kartanegara ini di sinilah berasalnya dari Kerajaan Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia menilai pelestarian Erau penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan kebudayaan daerah.
Terkait pelaksanaan Erau pada tahun mendatang, Rudi memastikan dukungan Pemprov Kaltim terhadap agenda budaya tersebut.
“Kita mendukung tadi yang disampaikan Pak Bupati. Berarti kami tidak mendukung 100 persen, tapi 1.000 persen untuk kegiatan Erau di Kalimantan Timur,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan Erau ke depan dapat berkembang lebih luas, tidak hanya dikenal dalam lingkup lokal dan nasional, tetapi juga mampu diperkenalkan ke tingkat internasional.
“Insya Allah tidak hanya skalanya lokal atau nasional, tapi skalanya internasional,” pungkasnya. (ltf/fdl)










