Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Minggu, 29 Juni 2025 - 13:43 WIB

Perkenalkan Tradisi, Kesenian dan Kuliner Khas Kutai di Jogja, Eroh Bebaya ke-7 Berlangsung Meriah

Pertunjukan tarian dalam acara Eroh Bebaya ke-7 di Yogyakarta

Pertunjukan tarian dalam acara Eroh Bebaya ke-7 di Yogyakarta

YOGYAKARTA, eksposisi.com – Mahasiswa asal Kutai Kartanegara (Kukar) di Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menggelar acara bertajuk “Eroh Bebaya ke-7”, di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, atau tepatnya titik nol kilometer Yogyakarta.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan tradisi kesenian, budaya hingga kuliner khas Kukar. Pada puncak acara yangberlangsung pada Sabtu (28/6/2025), di panggung tersebut disuguhkan tari-tarian khas Kutai. Deretan stan kuliner dan pameran budaya berjajar di sisi arena, menyuguhkan kekayaan warisan Kukar kepada pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara yang turut hanyut dalam pertunjukan.

Salah seorang turis asing bahkan sempat tersenyum lebar saat disodori makanan khas Kutai oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. “Silakan dicoba, ini asli dari tanah kami,” ujar Rendi sembari mengajak sang tamu berkeliling pameran mahasiswa, yang digarap bersama Dinas Pariwisata, UMKM, dan Dispora Kukar.

Dalam sambutannya, Rendi Solihin menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Yogyakarta atas keterbukaan dan ruang yang diberikan.

Baca Juga :  Pastikan Hewan Kurban Layak Konsumsi, Distanak Kukar Telah Melakukan Pemeriksaan

“Kami berterima kasih karena telah memfasilitasi kehadiran kami, memperkenalkan wisata dan budaya Kutai Kartanegara di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.

Rendi, yang baru saja dilantik kembali sebagai Wakil Bupati bersama Bupati Aulia Rahman Basri awal pekan ini, menyebut Eroh Bebaya sebagai kunjungan resmi perdana di periode keduanya.

“Ini bentuk komitmen kami untuk menjadikan budaya sebagai wajah Kukar di kancah nasional dan internasional,” ucapnya di hadapan hadirin, termasuk sejumlah kepala dinas dari Kukar dan Provinsi Kalimantan Timur.

Tak sekadar kaya sumber daya alam, menurut Rendi, Kukar menyimpan kekayaan lain yang lebih berharga: seni, budaya, dan manusianya. “Kutai Kartanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Republik ini. Kami bangga akan warisan budaya yang kami miliki,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa kekayaan itu pula yang membuat Presiden Joko Widodo menetapkan sebagian wilayah Kukar sebagai bagian dari Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga :  Objek Wisata Planetarium Jagad Raya Ditutup Sementara, Dispar Kukar Lakukan Penyesuaian Peralatan

Pada kesempatan itu, Rendi juga memperkenalkan beragam program keberpihakan Kukar terhadap pendidikan. “Mahasiswa Kukar yang kuliah di Yogya, Malang, Bandung, Banjarmasin, hingga Makassar tidak perlu bayar kos. Kami siapkan mess gratis dengan fasilitas layak,” ungkapnya.

Ia menyebut program itu sebagai bentuk perhatian terhadap generasi muda. “Karena masa depan Kutai Kartanegara tak hanya ditopang batu bara dan sawit, tapi oleh anak-anak mudanya yang cerdas dan peduli,” ujar Rendi menutup sambutannya.

Malam pun terus larut, tapi semangat tetap menyala. Di tengah musik, tawa, dan aroma kopi khas Kukar yang disuguhkan cuma-cuma, Eroh Bebaya ke-7 menjadi lebih dari sekadar pagelaran budaya. Ia adalah jembatan antara timur dan tengah, antara akar dan asa, antara Kukar dan dunia. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Tegaskan Beasiswa Kukar Idaman Tahap II Tetap Tersalurkan

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mendesak Manajemen Big Mall Samarinda Melakukan Evaluasi Pasca Insiden Kebakaran

Advertorial

Disdikbud Kukar Gelar Senam Idaman Peringati Hardiknas 2024

Advertorial

Dukung Tahapan Pemilu 2024, Pemkab Kukar Beri Dana Hibah kepada KPU dan Bawaslu

Advertorial

Bupati Kukar Menghadiri Undangan Buka Bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Ekonomi

27 Warga di Kecamatan Loa Kulu Terima Bantuan Permakanan dari Pemkab Kukar

Advertorial

Permudah Investasi, DPMPTSP Kukar Melakukan Pelayanan Jemput Bola

Advertorial

Satpol PP Kukar Aktif Sosialisasi Tentang Pengelolaan Penangkapan Ikan kepada Nelayan