KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menyampaikan bahwa pembahasan pemenuhan kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat atau plasma 20 persen bagi masyarakat Desa Long Beleh Haloq terus berlanjut.
Dalam rapat dengar pendapat bersama pihak terkait pada Rabu (30/9/2026), DPRD Kukar memastikan komitmen penyelesaian sesuai kesepakatan sebelumnya.
Ahmad Yani mengatakan, pihaknya konsisten menindaklanjuti hasil pembahasan yang telah disepakati dalam kurun waktu dua minggu, termasuk mendorong PT Rea Kaltim dan masyarakat untuk mencapai kesepakatan mengenai pola kemitraan.
Menurutnya, pola kemitraan alternatif tersebut akan menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban plasma 20 persen, dengan mekanisme pembagian yang pada prinsipnya telah mendapatkan kesepahaman.
“Alhamdulillah kami konsisten, janji dua minggu ini kita tepati. Kami harap Rea Kaltim bersama masyarakat Desa Long Beleh Haloq sudah bisa bersepakat bahwa ada pola kemitraan lain yang akan dilakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah hal masih perlu dipertajam, terutama terkait bentuk kerja sama dan pasal-pasal yang akan dituangkan dalam kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat.
Ahmad Yani menyebutkan, pembahasan lanjutan dijadwalkan kembali pada pekan depan untuk merumuskan poin-poin yang belum disepakati secara detail.
Salah satu skema yang dibahas adalah pola kemitraan lainnya sebagai bagian dari pemenuhan plasma 20 persen, dengan nilai manfaat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 juta per bulan bagi masyarakat.
“Pada dasarnya terkait dengan plasma 20 persen itu akan dilakukan kemitraan sebagai bagian daripada pemenuhan plasma 20 persen, dengan pola kemitraan lainnya. Nilainya kalau kita rata-ratakan sekitar Rp1,4 juta per bulan yang akan diterima masyarakat kita di desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila dihitung secara keseluruhan, nilai kewajiban yang harus ditanggung perusahaan melalui skema tersebut cukup besar dan mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.
Menurut Ahmad Yani, skema tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Long Beleh Haloq, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini menjadi angin segar bagi masyarakat kita di sana dan semoga ini bisa dinikmati serta betul-betul menjadi bagian daripada mensejahterakan rakyat,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)








