KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak melakukan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran yang terjadi Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong, padaSenin (5/10/2026) sore.
Musibah yang berlangsung hingga malam tersebut menghanguskan sekitar 75 bangunan rumah dan menyebabkan sejumlah kepala keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.
Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, saat melakukan kunjungan dan pemantauan di lokasi, Selasa (6/10/2026), menyampaikan duka mendalam kepada seluruh warga yang terdampak musibah tersebut.
Taufik mengatakan, kehadiran pemerintah daerah di tengah warga terdampak merupakan bentuk dukungan moral sekaligus upaya memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan korban dalam beberapa hari ke depan.
“Kami bersama pemda menyampaikan ini adalah bagian terpenting kehadiran pemda pada saudara-saudara kita yang terkena musibah, dalam rangka dukungan moral, semangat, dan mungkin beberapa bantuan yang bisa memberikan keringanan beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Dalam penanganannya, Pemkab Kukar melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait. Dinas Sosial (Dinsos), BPBD, Baznas, PMI hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) turut hadir untuk mengidentifikasi kebutuhan warga serta menyalurkan bantuan.
Taufik menyebut, Disdukcapil juga siap membantu warga yang kehilangan dokumen atau identitas akibat kebakaran.
Menurutnya, kebutuhan administrasi kependudukan menjadi salah satu hal yang perlu segera ditindaklanjuti agar warga tidak mengalami kendala dalam mengurus berbagai keperluan.
Selain bantuan logistik, persoalan tempat tinggal sementara juga menjadi perhatian Pemkab Kukar. Taufik mengatakan, pihak Muhammadiyah telah menawarkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk masjid maupun sekolah.
“Karena ini rumah-rumah ada terbakar, mungkin tempat tinggal tidak ada. Ada juga ditawarkan dari pihak Muhammadiyah berkaitan tempat, baik di masjid maupun di tempat-tempat atau sekolah. Jadi jangan sampai ada yang terlantar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak kebakaran. Untuk kebutuhan sarapan pada Selasa pagi, bantuan makanan terlebih dahulu disalurkan oleh Baznas.
Selanjutnya, kebutuhan makan siang dan malam akan ditangani melalui kolaborasi Dinsos bersama BPBD.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan pihak kecamatan, terdapat sekitar 151 orang yang membutuhkan pelayanan permakanan dari dapur umum tersebut.
“Kita kolaborasi, kita bagi yang akan dimasak atau disajikan dengan keluarga yang menerima. Itu kebutuhan makan sehari tiga kali,” jelasnya.

Dapur umum tersebut direncanakan beroperasi maksimal selama tujuh hari. Namun, Rinda menyebut durasi pelayanan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan para korban dalam beberapa hari ke depan.
Selain permakanan, Dinsos juga menyiapkan bantuan lain berupa sembako serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan bayi seperti popok, hingga pakaian dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran.
Rinda menegaskan, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap setelah pihaknya memperoleh data korban yang lebih lengkap dari kelurahan maupun kecamatan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
“Kami menunggu data yang fix dan resmi dari pihak kelurahan atau kecamatan. Identifikasi korban secara detail itu penting supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










