KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyiapkan anggaran sekitar Rp13 miliar untuk mendukung program relokasi warga terdampak bencana longsor. Program ini mencakup pembangunan rumah serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung di lokasi relokasi.
Kepala Dinas Perkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan kebutuhan warga.
Selain pembangunan rumah, pemerintah daerah juga merencanakan penyediaan fasilitas dasar, seperti sarana air bersih, sanitasi, dan jalan lingkungan. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung kelayakan hunian serta aktivitas masyarakat setelah menempati lokasi relokasi.
“Perubahan ini kan kita juga masih seperti sebelum-sebelumnya, kita tetap membangun sarana prasarana air bersih, sarana sanitasi, dan juga mungkin nanti akan ada jalan-jalan lingkungan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu
Aidil menjelaskan, sejumlah wilayah menjadi sasaran program relokasi, di antaranya Desa Batuah, Purwajaya, Desa Muai, dan Puan Cepak. Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya penanganan warga yang terdampak bencana longsor.
Program relokasi tersebut telah direncanakan untuk membantu warga berpindah dari kawasan yang berisiko terhadap bencana. Melalui pembangunan hunian baru, pemerintah daerah berupaya memberikan tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat terdampak.
Meski demikian, pelaksanaan relokasi tidak dapat dilakukan sekaligus. Dinas Perkim Kukar akan melaksanakan program secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan kemampuan pembiayaan yang tersedia.
“Kita juga merelokasi warga Batuah, warga Purwajaya, Desa Muai, kita juga dan Puan Cepak. Insya Allah kita mungkin tidak langsung keseluruhan, tetapi secara bertahap,” jelasnya.

Terkait pembiayaan, Aidil menyebutkan bahwa anggaran yang disiapkan untuk mendukung program tersebut mencapai sekitar Rp13 miliar.
Dana itu dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan penanganan relokasi warga terdampak longsor sesuai dengan perencanaan pemerintah daerah.
Pemkab Kukar berharap program tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih aman sekaligus didukung fasilitas dasar yang memadai. Penanganan secara bertahap juga diharapkan memastikan proses relokasi berjalan sesuai kebutuhan warga dan kondisi di lapangan.
Aidil menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana longsor melalui program relokasi dan pembangunan sarana pendukung.
“Insya Allah kita akan tetap hadir untuk membantu merelokasi warga-warga yang terdampak bencana longsor,” pungkasnya. (ltf/fdl)








