Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:44 WIB

Fraksi Golkar DPRD Soroti Peningkatan Signifikan Pendapatan Daerah Kutim 2023

Miswar - Anggota DPRD Kutai TImur

Miswar - Anggota DPRD Kutai TImur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Perwakilan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan tanggapan dalam sidang paripurna ke-27 masa persidangan ke III tahun sidang 2023/2024 mengenai Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jonni, di saksikan bupati Kutim, Ardiansyah Saulaimand yang dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten III Bupati Kutim, Sudirman Latif, serta anggota dewan 21 orang dan sejumlah tamu undangan. DI ruang sidang utama DPRD Kutim, Kamis (13/06/2024).

Dalam enyampaian pandangannya, Maswar dari Fraksi Golkar menyampaikan, Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2023 mencapai Rp. 8,59 triliun, dengan rincian Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 352,46 miliar, Transfer sebesar Rp. 7,67 triliun, dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp. 568,85 miliar.

Baca Juga :  Bupati Kukar Senam Bersama Para Guru Peringati Hardiknas

“Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 104% dari target yang telah ditetapkan,” ujar Maswar dalam pandangannya di ruang sidang utama DPRD Kutim, Kamis (16/06/2024).

Maswar juga menyoroti bahwa kenaikan pendapatan daerah pada tahun 2023 ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

“Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2022 hanya sebesar Rp. 5,124 triliun, sehingga ada kenaikan sebesar Rp. 3,47 triliun atau 167%,” tuturnya.

Dalam laporan tersebut, disebutkan pula bahwa kontribusi terbesar dalam perolehan Pendapatan Daerah adalah dari Pendapatan Transfer dan Pendapatan Asli Daerah.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kutim telah berhasil mengelola keuangan daerah dengan baik,” tambah Maswar.

Dirinya juga menyampaikan. Selain pendapatan, Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2023 juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp7,54 triliun. Angka ini mencakup Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer. Dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2022, yang hanya sebesar Rp4,047 triliun, ada peningkatan sebesar Rp3,07 triliun.

Baca Juga :  Frederick Edwin Menyalurkan 1,5 Ton Beras Kepada Warga di Kecamatan Penyinggahan, Bantuan Terus Berlanjut Merata di 16 Kecamatan

Lebih lanjut, Maswar menjelaskan bahwa kondisi surplus/defisit Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp1,05 triliun juga menjadi indikator positif dari pengelolaan keuangan daerah.

“Ini adalah hasil dari realisasi belanja yang efektif dan efisien,” kata Maswar.

Di sisi lain, pembiayaan daerah menunjukkan penerimaan sebesar Rp1,57 triliun dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp46,5 miliar. Angka ini memperkuat posisi keuangan daerah yang stabil.

Terakhir, neraca jumlah aset daerah pada Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp18 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp5 triliun dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp13,4 triliun.

“Kewajiban daerah juga meningkat menjadi Rp. 189,6 miliar dari sebelumnya Rp. 81,2 miliar,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Mengatakan Pembangunan Jalan Menjadi Fokus Utama Salam Tiga Tahun Terakhir

Infrastruktur

Siswa Marangkayu Seberangi Sungai Gunakan Kereta Katrol, Bupati Kukar Pastikan Pembangunan Jembatan Permanen Masuk Prioritas

Advertorial

Dukung Pengembangan Pickleball, Ketua DPRD Kukar Fokus Bangun SDM Lewat Olahraga

Advertorial

Dinsos Berharap PKH Jadi Akses Pelayanan Dasar Sosial, Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kukar

Advertorial

Ketua DPRD Kutim Soroti Permasalahan Ketersediaan Tabung Gas LPG

Advertorial

Puluhan Atlet dari Sejumlah Kecamatan di Kukar Ikuti Kejurkab Tenis Meja 2024

Advertorial

Ketua KPU Kukar Pastikan Kesiapan Menjelang Pilkada 2024

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan MBG, Distribusi Belum Merata