Home / Advertorial / Pemerintah

Rabu, 13 November 2024 - 15:48 WIB

Anggota DPRD Tanggapi Penurunan Luasan Panen Padi di Kutim

David Rante - Anggota DPRD Kutim

David Rante - Anggota DPRD Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Luasan panen padi di Kalimantan Timur (kaltim) mengalami penurunan yang signifikan, menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim.

Pada tahun 2023, luasan panen padi tercatat mencapai 57,08 ribu hektare, menurun dari 64,97 ribu hektare pada tahun 2022. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya luasan panen padi sebesar 7,8 ribu hektare atau sekitar 12 persen.

Menanggapi penurunan hal tersebut, Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), David Rante, menyatakan bahwa Kabupaten Kutai Timur juga mengalami penurunan luasan panen padi.

“Kita butuh waktu untuk melaksanakan program ketahanan pangan yang dapat membantu mengatasi masalah ini,” ujarnya.

David menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional (BPN) dan Polri telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan di daerah.

Baca Juga :  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta Menyebut Kenaikan BBM Tekan Daya Beli Masyarakat

“Melalui program ini, kami berharap pemerintah daerah dapat merasakan manfaatnya, terutama saat program ketahanan pangan mulai berjalan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersabar dan menunggu langkah-langkah yang akan diambil oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Tunggu langkah-langkahnya, kami yakin ini akan membawa perubahan positif,” kata David.

Plt Sestama BPN, Sarwo Edhy, dalam pernyataannya di laman badanpangan.go.id, menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mendorong dan mempercepat pelaksanaan program-program dari Badan Pangan Nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa program-program ini berjalan optimal untuk mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Edi Damansyah Dorong Jajarannya Optimalkan Program Prioritas

Sarwo Edhy menekankan bahwa untuk mencapai ketahanan pangan yang kokoh, dibutuhkan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Langkah ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan di daerah tetap terjaga dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa mendatang,” jelasnya.

David Rante berharap, dengan adanya kerjasama antara BPN dan Polri, serta dukungan dari pemerintah daerah, program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik.

“Kami akan terus memantau perkembangan ini dan berupaya agar masyarakat mendapatkan manfaat dari program yang ada,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kutim Masuk Tahap Wawancara TOP Digital Award 2023

Pemerintah

RDP DPRD Kukar: KTNA Sangasanga Ingin Menggarap Lahan Eks Tambang, Namun Perusahaan Enggan Memberi Izin

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Nilai Pentingnya Menyusun Skema Evaluasi Terhadap APBD

Advertorial

Bupati Kukar Lepas Peserta Jalan Santai Dalam Rangka Pekan Keselamatan 2023

Advertorial

Berkualitas Tinggi, Hasil Olahan Biji Kopi di Desa Perangat Penyuplai Terbesar di Kukar

Advertorial

Pemerintah Kelurahan Maluhu Sukses Mendorong Kelompok Tani Manfaatkan Lahan Tidur

Advertorial

Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Pjs Bupati Kutim Pastikan Kelancaran Penyelenggaraan

Advertorial

SMPN 2 Terus Menerapkan Full Day School Bagi Siswanya