Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 14 April 2023 - 21:06 WIB

Berkualitas Tinggi, Hasil Olahan Biji Kopi di Desa Perangat Penyuplai Terbesar di Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Desa Prangat, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki hasil olahan biji kopi yang berkualitas tinggi. Bahkan, biji kopi asal Desa Prangat tersebut menjadi salah satu penyuplai kopi terbesar di Kukar.

Kepala Desa Prangat, Fitriati mengungkapkan kondisi alam di Desa Prangat dinilai sangat cocok untuk bertanam kopi. Iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi membuat kondisi tanah di Desa Prangat menjadi subur, hingga menciptakan kualitas kopi yang baik.

Pada tahun 1997 lalu, sebagian masyarakat pun mulai bergelut untuk menanam kopi. Pada saat itu, biji kopi asal Desa Prangat belum dikenal oleh masyarakat luas. Namun, pada tahun 2020, Bupati Kukar, Edi Damansyah berkunjung ke Desa Prangat dalam rangka menghadiri acara panen perdana kebun karet. Dalam acara itu, para tamu acara yang hadir dihidangkan dengan minuman kopi asli asal dari Desa Prangat.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Dorong Maksimalkan Kerja Sama Antara Pemkab dan Legislatif Demi Kesejahteraan Masyarakat

“Saat itu kopi disuguhkan kepada para tamu dan ternyata kopi itu memiliki rasa yang berbeda. Kemudian dilakukan penelitian, ternyata itu merupakan varietas liberika yang tidak sama dengan (kopi) umumnya,” tutur Fitriati.

Sejak saat itu kopi asli asal daerah Desa Prangat dinilai mempunyai nilai ekonomis jika dikembangkan. Bahkan, pada tahun 2020 silam, kopi varietas liberika yang bijinya diambil dari sisa kotoran luwak ini pun mencapai Rp3,5 juta rupiah satu kilogramnya.

“Jelas dengan harga yang tinggi bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani kita dan pengembangan Kopi ini telah menjadi program khusus andalan Pemdes,” sebutnya.

Baca Juga :  Seleksi PPPK Dilaksanakan Bulan Juni, Sekda Kukar Ingin Pengangkatan Dilakukan Sesuai Ketentuan Undang-undang

Biji kopi asli dari Desa Prangat ini juga banyak dinikmati oleh konsumen dari luar daerah. Salah satunya, konsumen dari Pulau Bali yang siap untuk membeli biji kopi yang sudah diolah. Namun, para petani saat ini belum bisa memenuhi permintaan konsumen tersebut, lantaran permintaannya berkapasitas besar. Sedangkan jumlah produksi yang dihasilkan oleh para petani masih belum mencukupi.

“Jadi pasarnya skala lokal saja sekarang, itu pun permintaannya banyak. Disini juga ada beberapa jenis varian, jadi bukan cuma ada kopi luwak saja, tapi ada kopi pulwos, natural dan red honey yang dibanderol Rp750 ribu satu kilonya. Kopi ini aman di konsumsi bagi orang penderita penyakit lambung, karena proses permentasi (kadar) kafein menjadi 0,2 persen,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Puncak Festival Islami di Kukar Hadirkan Haddad Alwi dan Habib Alwi Assegaf

Pemerintah

Bupati Kukar Dorong Generasi Muda Siap Masuk Sekolah Kedinasan Lewat Program Bintang Nusantara

Infrastruktur

Taman Musik Kota Raja Diresmikan, Jadi Ruang Ekspresi Seni dan Kreativitas

Advertorial

Dua Anggota DPRD Kaltim Resmi Dilantik Melalui Rapat Paripurna PAW

Advertorial

Pemkab Kukar Siapkan Bonus Bagi Atlet yang Meraih Prestasi di Porprov ke-VII Berau

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Atasi Sengketa Lahan dengan Pendekatan Sosial dan Filosofis Diutamakan

Advertorial

Potensi Komoditi Bawang Merah di Desa Mekar Jaya Bisa Dikembangkan dan Menjadi Percontohan

Advertorial

Pastikan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024 Aman, Forkopimda Kukar Menggelar Patroli Gabungan