Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 22 November 2024 - 21:44 WIB

Pjs Bupati Kukar Membuka Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada Serentak 2024

Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada Serentak 2024

Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada Serentak 2024

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Bambang Arwanto membuka Sosialisasi Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada Serentak 2024, di Kecamatan Loa Janan, Jumat (22/11/2024).

Sosialisasi digelar untuk memastikan netralitas ASN dalam Pilkada serentak 2024 dipahami dan dimengerti oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh wilayah Kukar

Menghadirkan narasumber dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar

Bambang Arwanto menyebutkan Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan provinsi nomor 5 paling tinggi kerawanan Pilkada tingkat nasional, angkanya sekitar 70 persen dan Kutai Kartanegara termasuk paling tinggi kerawanannya di Kaltim dengan angka sekitar 51,28 persen.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Apresiasi Keberhasilan PSU Pilkada Kukar

“Apa yang membuat kerawanan Pemilu di Kalimantan Timur tinggi dikarenakan adanya inkumben atau petahana yang mencalonkan kembali dan juga karena jumlah pemilih yang besar, dan ini rawan terjadi gesekan antar pendukung,” ujarnya.

Bambang menekankan pentingnya netralitas bagi ASN karena profesi bagi PNS dan PPPK yang bekerja pada instansi pemerintah yang melaksanakan tugas-tugas antara lain : pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa yang harus selalu menjaga netralitasnya.

Netralitas merupakan salah satu asas yang sangat penting untuk diterapkan dalam upaya mewujudkan ASN yang profesional. Hal ini berkaitan dengan impartiality, dimana seorang pegawai ASN harus bersikap adil, obyektif, tidak bias, bebas pengaruh, bebas intervensi, bebas dari konflik kepentingan, dan tidak berpihak pada siapapun pada pemilu dan pilkada.

Baca Juga :  DP3A Kukar Beri Respon Positif Terkait Aturan Cuti Ibu yang Melahirkan

“Jika ASN tidak menjaga netralitasnya maka akan menimbulkan dampak Ketidakpercayaan Publik,” kata Bambang

Bambang juga menyoroti Partisipasi masyarakat yang merupakan hal yang penting dalam demokrasi karena salah satu barometer keberhasilan pelaksanaan pemilihan adalah tingginya tingkat partisipasi pemilih.

“Dari beberapa kali pelaksanaan Pilkada di kabupaten Kutai Kartanegara terhitung tingkat partisipasi masih rendah (Di Bawah 77,05%),” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kelurahan Maluhu Ajukan Permohonan Pembangunan Kantor Baru Pasca Kebakaran

Ekonomi

Kendalikan Pengelolaan Anggaran, Pemkab Kukar Rubah Pola Belanja Daerah

Advertorial

Festival Seni Budaya Nusantara di Muara Badak Hadirkan Jamrud, Wabup Kukar Ajak Masyarakat Meramaikan Event

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Unjuk Bakat Duta Budaya Sadi Sengkaka di Taman Tanjong

Advertorial

Sekda Kukar Melepas Ribuan Peserta Kota Raja Run 2024

Advertorial

Pemkab Kukar Alokasikan 16 Persen APBD untuk Sektor Kesehatan

Bisnis

Perusahaan China Tinjau Kelayakan Pembangunan PLTSA Kaltim, Libatkan Samarinda, Balikpapan, dan Kukar

Advertorial

Hasil Dengar Aspirasi Saat Reses, Anggota DPRD Kukar Serahkan Bantuan Perlengkapan Bagi Kelompok Masyarakat