Home / Advertorial / Pemerintah

Minggu, 24 November 2024 - 19:53 WIB

Fraksi Golkar Kutim Usulkan Alokasi Belanja Operasional Sebesar 5,6 Triliun

Hasna - Anggota DPRD Kutai Timur

Hasna - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Perwakilan Fraksi Golongan Karya (Golkar) dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Hasna  usulkan alokasi belanja operasi sebesar 5,603 triliun rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 untuk program-program strategis, termasuk pengentasan stunting dan peningkatan gizi.

Hasna mengungkapkan bahwa alokasi belanja operasi yang mencapai 50% dari total anggaran belanja daerah harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kami Fraksi Golkar meminta kepada Pemerintah Daerah agar memperhatikan pemenuhan alokasi belanja daerah untuk program pengentasan stunting dan peningkatan gizi,” ungkapnya.

Hal tersebut di sampaikan dalam rapat paripurna ke-20 masa persidangan ke-1 tahun sidang 2024/2025, ruang sidang utama DPRD Kutim, Jumat (22/11/2024).

Hadir dan disaksikan oleh ketua DPRD Kutim, Jimmy, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Poniso Surryo Renggono dan 23 anggota dewan serta masing-masing perwakilan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kutim.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Dorong Maksimalkan Kerja Sama Antara Pemkab dan Legislatif Demi Kesejahteraan Masyarakat

Ia menambahkan bahwa program pengentasan kemiskinan juga harus menjadi prioritas dalam anggaran.

“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah kita,” tambahnya.

Selain itu, Fraksi Golkar juga menyoroti pentingnya program penurunan angka pengangguran terbuka.

“Kami berharap agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana yang cukup untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

“Peningkatan IPM harus menjadi fokus utama dalam Rancangan APBD, karena ini berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Rendi Solihin Serahkan Bantuan Peralatan dan BLT Bagi Nelayan di Muara Jawa

Fraksi Golkar berharap agar catatan dan masukan yang mereka sampaikan dapat menjadi referensi dalam pembahasan Rancangan APBD.

“Mohon kiranya catatan dan masukan Fraksi Golkar dapat dijadikan pertimbangan dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025,” tuturnya.

Ia juga mengimbau semua pihak berkolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah, kita dapat menciptakan program-program yang lebih efektif dan efisien,” katanya.

Anggota komisi C itu menambahkan, bahwa pengelolaan anggaran yang baik akan berkontribusi pada pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan anggaran dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

KAHMI Gelar Konsolidasi Regional di IKN, Bahas Arah Pembangunan dan Deklarasi Nusantara

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Paripurna dengan Agenda Membahas Pencabutan Dua Perda

Advertorial

Benahi Sistem, Kepala Dinas PU Kukar Targetkan 2024 Kegiatan Berjalan Mulai Awal Tahun

Advertorial

Bupati Meresmikan Kantor BAZNAZ Kukar di Kecamatan Tenggarong Seberang

Advertorial

Dukung Program Gerakan Etam Mengaji, Dispora Kukar Menggelar Khataman Al-Qur’an

Advertorial

Ketua DPRD Kutim Tegaskan Sejumlah Raperda yang Dibuat Pansus Selesai Januari 2024

Advertorial

Bupati Kukar Dorong Peningkatan Kualitas Pola Pikir dan Budaya Kerja P3K yang Baru Dilantik

Advertorial

SPMB Jenjang SMP Tahap Dua Jalur Domisili Sudah Dilaksanakan di Kukar