Home / Bisnis / Serba Serbi

Kamis, 1 Mei 2025 - 21:46 WIB

Maknai Mayday, SMSI Kukar Dorong Terwujudnya Rasa Aman Bagi Pekerja Pers

Angga Triandi - Ketua SMSI Kutai Kartanegara

Angga Triandi - Ketua SMSI Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Buruh, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti orang yang bekerja untuk orang lain dan mendapatkan upah. Jurnalis atau wartawan juga termasuk sebagai kategori buruh atau pekerja pers, yang setiap harinya bertugas memburu berita untuk konsumsi publik.

Tepat tanggal 1 Mei tahun 2025 ini, seluruh dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Tanggal ini menjadi momentum penuh sejarah yang berjalan ratusan tahun, mengingat perjuangan para buruh mencapai hak dan kesejahteraan mereka dalam bekerja.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), puluhan perusahaan media dan jurnalis berdiri di daerah yang kaya akan sejarah tersebut. Bagi Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kukar Angga Triandi. Peringatan May Day ini semestinya menjadi sekedar refleksi bagi seluruh elemen masyarakat.

“Hari Buruh Internasional ini bukan sekadar momentum seremonial. Tapi juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan bagi para pekerja di seluruh sektor, termasuk pekerja pers di Kutai Kartanegara,” tegas Angga, Kamis (1/5/2025).

Baca Juga :  Bupati Kukar Pastikan Program RTKU Terbaik Siap Dijalankan, Regulasi dan Skema Pengelolaan Dirapikan

Dalam kesempatan ini, Angga turut mengapresiasi dedikasi, komitmen dan kerja keras seluruh buruh Kutai Kartanegara. Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, dari minyak gas (Migas) hingga pertanian. Sektor-sektor ini berperan dalam terbangunnya Kukar hingga hari ini.

Pers, sebagai sektor media dan komunikasi. Ikut berperan penting sebagai pilar demokrasi dengan fungsi dan kontrolnya dalam pembangunan Kutai Kartanegara. Oleh karena itu, Angga harap peran para pekerja pers sebagai buruh informasi ini dapat mendapat rasa aman dalam melaksanakan tugasnya.

Ia menyebut wartawan bekerja tanpa mengenal waktu, dan seringkali menghadapi risiko di lapangan. Bahkan bercermin dari maraknya kejadian tidak mengenakkan seperti pembunuhan pekerja pers yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-15, Yonarmed 18/Buritkang Beri Hadiah Perbaikan Poskamling Bagi Masyarakat

Angga tegaskan pentingnya kehadiran rasa aman bagi para pekerja pers. Sehingga mereka dapat terus menjunjung tinggi profesionalisme menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan mencerahkan publik. Tanpa adanya intervensi dan ancaman dari pihak manapun.

“Kita juga tidak boleh menutup mata bahwa masih banyak pekerja media yang mendapatkan berbagai bentuk kekerasan saat menjalakan tugas jurnalistik di lapangan,” imbuhnya.

Memaknai Hari Buruh Internasional ini, SMSI Kukar mendorong seluruh pihak, dari eksekutif, legislatif, penegak hukum, swasta hingga masyarakat. Untuk dapat berperan memperhatikan kerja-kerja jurnalistik dan memberikan perlindungan pekerjaan yang aman.

“Hari Buruh ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai keadilan sosial, kebebasan pers, dan perlindungan terhadap seluruh pekerja, tanpa terkecuali,” tutupnya. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sambut Hari Raya Nyepi 2023, Umat Hindu di Desa Kerta Buana Menggelar Pawai Ogoh-ogoh

Bisnis

Wujudkan Penambangan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan, PT MHU Gelar Seminar Implementasi Good Mining Practice

Bisnis

Januari Hingga April, Total Ekspor Non Migas Kaltim ke Uni Eropa Mencapai 191,78 Juta Dolar

Bisnis

Sistem Pengelolaan Tangga Arung Square Ditata Ulang, Tarif Sewa Kios Diturunkan

Bisnis

Efisiensi Operasional, Perusda Tunggang Parangan Raih Predikat BUMD Sehat

Bisnis

Wahana Perosotan Pelangi di Tangga Arung Square Diserbu Pengunjung saat Libur Lebaran

Advertorial

PT MHU Borong Penghargaan GMP Award 2022, Bukti Komitmen pada Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik

Bisnis

DPC IWAPI Kukar Menggelar Rakercab II, Pemerintah Mendorong Kolaborasi Penguatan Ekonomi Perempuan