Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Kamis, 7 November 2024 - 09:11 WIB

Anggota DPRD Kutim Soroti Kondisi Lingkungan Akibat Tambang, Terutama Keberadaan Satwa Liar

Joni - Anggota DPRD Kutai Timur

Joni - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Penggalian tambang batu bara di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memberikan keuntungan yang fantastis bagi perekonomian daerah.

Nilai ekonomi dari komoditas ini semakin meningkat, seiring dengan tingginya permintaan dan perluasan lahan tambang.

Namun, di balik manfaat ekonominya, dampak lingkungan dari aktivitas tambang ini semakin terasa. Selain polusi udara yang kurang sehat, perluasan lahan tambang juga mengancam keberlangsungan habitat satwa liar di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Kutim, Joni, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi satwa liar yang kehilangan tempat tinggalnya akibat alih fungsi lahan menjadi area pertambangan. Banyak satwa yang kini terpaksa turun ke jalan raya untuk mencari makanan dari pemberian masyarakat yang melintas.

“Kalau bisa dinas terkait perhatikan itu jugalah. Karena lama kelamaan pasti hutannya akan semakin berkurang dan mereka pasti akan susah mencari makan,” ujar Joni, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Kutim, Sangatta, pada Selasa (5/11/2024).

Baca Juga :  Dinas PU Kukar Bangun Jalan Sepanjang 500 Meter di Desa Teluk Bingkai

Joni mengusulkan agar dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk memindahkan satwa-satwa liar ke area hutan yang masih lebat dan aman sebagai habitat alami mereka. Ia menekankan pentingnya intervensi dari pemerintah agar satwa-satwa ini tetap memiliki tempat tinggal yang layak.

Meskipun terdapat peraturan yang melarang pemberian makanan kepada satwa liar di jalanan, beberapa warga tetap merasa iba terhadap kondisi satwa tersebut. Mereka melihat bahwa satwa liar ini tidak punya pilihan selain mencari makan di area yang lebih dekat dengan permukiman manusia akibat semakin sempitnya lahan hutan.

Baca Juga :  Diskominfo Kukar Menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi Pegawai Pengadilan Agama Tenggarong dan LPPL RPK

“Mau gimana lagi kan, hutan mereka sudah semakin sempit. Mau tidak mau pasti mereka turun ke jalan karena lapar. Memang ada peraturan melarang kasih makan, tapi kalau tidak dikasih makan kan kasihan juga,” jelas Joni.

Ia menambahkan bahwa baik dinas kabupaten maupun provinsi perlu turun tangan untuk mencari solusi yang tepat. Menurutnya, penting bagi dinas terkait untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar satwa liar tetap merasa aman dan tidak harus turun ke permukiman.

“Pastinya gara-gara perusahaan itu, jadi dinas terkait harus komunikasi dengan perusahaan itu, kan kasian juga satwanya liat hutan semakin kecil. Kalau hutannya masih luas mereka bisa cari makan, tapi sekarang sudah menipis,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Pastikan Proses Relokasi SMAN 10 Samarinda Sesuai Aturan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tegaskan Pemkab Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis

Advertorial

Fraksi Golkar DPRD Kutim Sampaikan Pentingnya Alokasi Anggaran untuk Pendidikan 20 Persen

Advertorial

Disdikbud Kukar Larang Pihak Sekolah Melakukan Pungutan dan Penjualan Perlengkapan Siswa

Advertorial

Ketua Komisi D DPRD Kutim Respon Keluhan Buruh Terkait Kenaikan Pajak

Advertorial

DPMD Kukar Menggelar Rakor Lintas Sektor, Matangkan Persiapan BBGRM 2025

Advertorial

Penanganan Longsor di Jalur Poros Tenggarong – Samarinda Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Advertorial

Kepala Disdikbud Kukar Ingatkan Warga Jaga Ketertiban Saat Belimbur