Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:15 WIB

Anggota DPRD Kutim Soroti Kurangnya Niat Kerja Sejumlah Pegawai di Lingkungan OPD

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutai Timur

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paembonan, menyoroti kurangnya niat kerja di kalangan sejumlah pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa dana dan program sudah tersedia, namun pelaksanaan di lapangan masih kerap terganggu oleh berbagai alasan yang tidak substansial.

“Maksud saya gini loh, sekarang itu dia itu niat kerja ada ndak? Duit sudah ada, program sudah siap, tapi pas ditanya sama Alfian, kan semua orang pada menunggu,” jelas Novel saat ditemui rekan media di DPRD Kuti, pada Rabu (12/6/2024).

“Terus nanti bertabrakan atau bersamaan lagi dengan perubahan, apa ndak kalang kabut lagi? Apalagi di mana harga material naik yang akhirnya pekerjaan tidak terkontrol bagus,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pemerintah Kecamatan Sebulu Dukung Pembangunan Jembatan yang Lama Dinanti Masyarakat

Ia mengaku selalu mengingatkan teman-teman di OPD untuk meningkatkan kualitas kerja mereka. Ia menegaskan pentingnya menghargai dan mengapresiasi kerja keras para pegawai, namun juga menuntut peningkatan SDM melalui pelatihan yang tepat dan relevan.

“Itulah yang selalu saya bilang kepada teman-teman di OPD, kita ini menghargai dan mengapresiasi kerja kalian. Kita mau SDM kalian juga semakin bagus,” katanya.

“Tapi yang namanya bimbingan teknis, studi banding, pembelajaran dan sebagainya itu silahkan, tapi yang betul-betul ada nilainya,” tambahnya.

Menurut Anggota komisi A itu, pelatihan dan studi banding harus dilakukan dengan proporsi yang wajar dan memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kinerja pegawai. Ia mengkritik frekuensi pelatihan yang dianggap berlebihan dan mengurangi waktu kerja efektif di kantor.

Baca Juga :  Bupati Kukar Respons Wacana ASN Bekerja Dekat Rumah, Pemkab Sudah Terapkan WFH dan Siapkan Presensi Online

“Dan menurut saya juga jangan kelewatan, yang sewajar-wajarnya sajalah. Bagaimana kalau misal sebulan tiga kali keluar, berapa hari saja di kantor? Kan susah kalau begitu,” bebernya.

Pihaknya menekankan menekankan bahwa para pegawai harus sadar bahwa mereka bekerja menggunakan uang rakyat dan sudah mendapat gaji serta tunjangan. Oleh karena itu, mereka harus benar-benar bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas mereka.

“Jadi saya harapkan, ini kan uang rakyat, kalian sudah digaji, kalian juga sudah mendapat TPT dan sebagainya, maka harus benar-benar bertanggung jawab terhadap rakyat,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Kukar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam Jelang Perayaan Idul Fitri 2025

Advertorial

Diskominfo Kukar Terus Berupaya Maksimalkan Koneksi Internet di 20 Kecamatan

Ekonomi

Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan Dalam RDP Komisi I DPRD Kukar, PT MSJ Klaim 85 Persen Karyawan Berasal dari Ring Satu

Infrastruktur

Masyarakat Seberangi Sungai Hanya Mengandalkan Kereta Gantung, Kepala Desa Santan Ulu Berharap Segera Dibangunkan Jembatan

Pemerintah

Pemkab Kukar Masih Tunggu Regulasi Pusat Terkait Wacana PPPK Guru Diangkat Jadi PNS

Pemerintah

Bupati Kukar Targetkan Pembayaran Utang Daerah Sebelum Hari Raya Idul Fitri

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Sukarame

Advertorial

Pemkab Kukar akan Melakukan Perbaikan Akses Jalan Antar Desa di Kecamatan Sebulu