Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Senin, 13 November 2023 - 12:52 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Semua Pihak Terlibat Mencegah Perundungan di Sekolah

Ananda Emira Moeis - Wakil Ketua DPRD Kaltim

Ananda Emira Moeis - Wakil Ketua DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying), yang merupakan salah satu masalah serius yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Kasus perundungan tentu saja dapat berdampak buruk bagi korban, baik secara fisik maupun psikis, selain itu dapat pula berdampak pada karakter pelaku dan korban.

Sehingga ia meminta kepada pihak sekolah maupun orang tua terlibat untuk mengurangi kasus perundungan di lingkungan sekolah.

“Saya sangat anti-perundungan karena itu bisa melukai seseorang. Perundungan sudah seperti karakter. Saya berharap ada perhatian, dari pemerintah untuk bisa menangani itu, khususnya sekolah dan juga peran orang tua,” ujar Ananda Emira Moeis.

Baca Juga :  Kemensos Berikan Bansos 2023, Cara Cek Penerima Beserta Nominal Bantuan yang Diterima

Ia pun meminta agar pemerintah daerah, sekolah dan orang tua mampu bekerja sama untuk mencegah dan menangani perundungan.

“Harus betul-betul digalakkan dan disosialisasikan. Semua harus bekerja sama, pemerintah juga harus turun tangan,” katanya.

Ia juga menyarankan agar upaya pencegahan perundungan dilakukan melalui tim satgas yang aktif mendampingi anak-anak di sekolah.

“Bagus kalau ada hal (tim satgas) itu. Pihak dinas juga harus punya kewenangan yang lebih. Tim itu di bawah dinas pemberdayaan perempuan dan anak,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan sekolah dan orang tua dalam upaya pencegahan perundungan sangat penting. Sekolah dapat berperan dalam memberikan pendidikan dan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya perundungan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Sebut Perda Penanganan HIV dan Aids Genting Untuk Dirampungkan

Sekolah hendaknya memberikan pendidikan dan pemahaman tentang bahaya perundungan kepada anak-anak. Selain itu harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua anak.

Selain itu, pemerintah perlu merangkul pihak yang berwenang untuk melakukan konseling secara efektif terhadap pelaku dan korban perundungan, mengingat latar belakang mereka seringkali dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal, dan juga orang tua perlu berperan dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak di rumah.

“Menerapkan peraturan sekolah yang tegas terhadap perundungan dan meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan anak di sekolah,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sekda Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar, Pastikan Rekomendasi Dewan Masuk dalam Program 2025

Advertorial

Disdikbud Kukar Berharap Calon PPPK Tenaga Pendidikan Bisa Lulus Sesuai Formasi yang Dibutuhkan

Advertorial

Pansus LKPJ DPRD Kaltim Kunjungi Kabupaten Kutim, Lakukan Pengujian di Lapangan

Advertorial

Kelurahan Loa Ipuh Gandeng TNI Melakukan Normalisasi Sungai Tenggarong

Advertorial

Puluhan Penyuluh Pertanian Menerima Kendaraan Operasional Lapangan Dari Bupati Kukar

Advertorial

Sekda Paparkan Program Kukar Idaman di FGD Pembangunan dan Tata Kelola IKN

Advertorial

Implementasi Gerakan Etam Mengaji, Bupati Kukar Ingin Adanya MTQ antar Kepala Desa

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Memberikan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Loa Kulu