Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Selasa, 29 Juli 2025 - 20:14 WIB

Angka Stunting di Desa Lebak Cilong Turun 80 Persen, Berkat Intervensi Terpadu

Humaidi - Kepala Desa Lebak Cilong

Humaidi - Kepala Desa Lebak Cilong

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menurunkan angka stunting hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan ini dicapai melalui intervensi yang terencana dan konsisten, serta kerja sama lintas sektor.

Kepala Desa Lebak Cilong, Humaidi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari program pemberian makanan tambahan yang dijalankan secara rutin, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

“Intervensi kami fokus pada pemberian makanan tambahan bagi balita, serta koordinasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kader posyandu, anggota PKK, hingga aparatur desa. Semua pihak harus bekerja sama agar program ini berjalan efektif,” jelasnya pada Selasa (29/07/2025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Kukar Berkomitmen Mendukung Upaya Penanggulangan Kemiskinan

Sebelum melaksanakan rembuk stunting, Pemdes Lebak Cilong terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dan strategi antar pemangku kepentingan.

“Dari awal kami bersepakat untuk memiliki visi dan tujuan yang sama dalam upaya menurunkan angka stunting. Ini penting agar langkah-langkah yang diambil tidak berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Meski terjadi penurunan yang signifikan, ia menyatakan bahwa masih ada kasus stunting yang tersisa. Menurutnya, faktor usia anak dan kondisi kesehatan ibu hamil menjadi tantangan utama.

“Faktor risiko terbesar berasal dari kurang optimalnya pemantauan sejak masa kehamilan. Oleh karena itu, kami melakukan pemeriksaan rutin bagi ibu hamil untuk mendeteksi potensi stunting sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Siapkan Bonus Bagi Atlet yang Meraih Prestasi di Porprov ke-VII Berau

Intervensi sejak dini yang dilakukan secara konsisten dan menyeluruh terbukti memberikan dampak signifikan.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, angka kasus telah menurun sekitar 80 persen. Ini adalah hasil dari kerja keras bersama,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa Pemdes Lebak Cilong akan segera melaporkan perkembangan ini ke tingkat kabupaten sebagai bentuk akuntabilitas dan bahan evaluasi ke depan.

Ia pun berharap pola kerja kolaboratif yang telah dibangun dapat terus dijaga dan menjadi contoh untuk desa-desa lain.

“Penanganan stunting bukanlah tugas satu pihak saja. Ini memerlukan kerja sama, komitmen, dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Penanganan Longsor di Jalur Poros Tenggarong – Samarinda Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Advertorial

Festival Seni Budaya Nusantara di Muara Badak Hadirkan Jamrud, Wabup Kukar Ajak Masyarakat Meramaikan Event

Advertorial

Disdikbud Kukar Imbau Pihak Sekolah Terkait Pelaksanaan MPLS

Advertorial

Perbaikan Jalan di 4 Kecamatan Dilakukan Melalui Anggaran Bankeu

Advertorial

Program Kukar Berkah Andalan Edi Damansyah Membawa Dampak Positif Bagi Kukar

Advertorial

Bupati Kutim Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Fatihah

Advertorial

Program Etam Sejahtera dan Siap Kerja Sukses Dukung Misi Bupati Kukar Dalam Pemerataan Lapangan Kerja

Pemerintah

Debat Publik PSU Pilkada Kukar, Tiga Paslon Sampaikan Visi Misi dan Gagasan