KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, menghadiri Pelantikan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kukar periode 2026-2030, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Rabu (21/10/2026).
Akhmad Taufik Hidayat berharap pengurus IKA PMII Kukar dapat mempertahankan sikap kritis dan memberikan kontribusi konstruktif bagi pembangunan daerah.
Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus IKA PMII Kukar yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Rabu (21/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum bagi para alumni PMII untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Akhmad Taufik menilai IKA PMII memiliki nilai strategis karena latar belakang historis PMII yang dikenal melahirkan kader-kader kritis. Menurutnya, karakter tersebut perlu terus dipertahankan dan diarahkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah.
Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta membangun kemitraan bersama Pemerintah Kabupaten Kukar.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan bisa menjalankan amanah dan bisa bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membangun Kukar secara berkelanjutan dan mencapai masyarakat yang adil serta merata kesejahteraannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, sikap kritis yang menjadi bagian dari identitas PMII tidak boleh hilang setelah para kader memasuki dunia alumni. Sebaliknya, sikap tersebut perlu dikembangkan menjadi kritik yang membangun, disertai saran dan masukan yang dapat membantu pemerintah daerah mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan berbagai pandangan dari masyarakat, termasuk organisasi alumni dan kalangan intelektual, sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan.
Karena itu, ia mendorong IKA PMII untuk tetap aktif menyampaikan pemikiran secara konstruktif.
“Kekritisan ini jangan sampai hilang. Terus mengkritisi dalam rangka membangun secara konstruktif, karena saran dan masukan itu memang sangat diperlukan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua IKA PMII Kukar, Al Hifni, menjelaskan sebanyak 60 pengurus harian dilantik dalam kegiatan tersebut, di luar Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan. Seluruh pengurus yang dilantik merupakan alumni PMII yang berasal dari wilayah Kukar.
Ia menyebut kepengurusan periode 2026–2031 terbentuk setelah dirinya terpilih melalui Musyawarah V IKA PMII Kukar. Ke depan, organisasi akan berupaya mengambil peran dalam merespons berbagai persoalan daerah, termasuk kondisi fiskal yang menjadi salah satu perhatian saat ini.
Al Hifni mengatakan, IKA PMII telah mulai merumuskan sejumlah langkah dan sikap organisasi sebelum pelantikan dilaksanakan. Selain memberikan masukan terkait kondisi fiskal, pihaknya berkomitmen memantau proses pembangunan agar program-program yang dijalankan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirasakan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan organisasi harus bersifat transformatif, yakni tidak berhenti pada penyampaian persoalan, tetapi turut menghadirkan solusi.
Dengan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang dan profesi, IKA PMII Kukar ingin mengambil bagian dalam mendukung pembangunan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kita memiliki potensi alumni yang kuat di semua bidang dan profesi, dan akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung program-program Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)








