KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Komitmen tersebut dilaksanakan melalui penyerahkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri kepada kelompok tani dari Kecamatan Tenggarong, Anggana, Samboja, dan Marangkayu, yang berlangsung di Balai Benih Induk (BBI) Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, pada Kamis (11/12/2025).
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian serta dukungan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono.
Aulia Rahman Basri mengatakan, tambahan peralatan ini diharapkan mampu mempercepat proses budidaya dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian di daerah.
“Hari ini kita menyerahkan peralatan pertanian kepada beberapa kelompok tani, ini bagian dari upaya kita memperkuat ketahanan pangan di Kukar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya keterlibatan petani muda dalam pengelolaan bantuan ini. Ia menyebut mayoritas penerima merupakan petani milenial.
“Kami bangga melihat anak-anak muda terlibat langsung dalam pertanian. Ini memberikan secercah harapan bagi masa depan pertanian Kukar,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Kukar, M Taufik, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tahap kelima sepanjang tahun 2025.
Ia mengungkapkan, bahwa bantuan dari pemerintah pusat diterima secara bertahap dan langsung disalurkan kepada kelompok tani yang membutuhkan.
“Penyerahan hari ini adalah yang kelima kalinya karena bantuan pusat datang bertahap,” terangnya.
Sebagian bantuan ditujukan untuk Brigade Pangan sebagai bagian dari penguatan kapasitas kelompok tani berbasis desa. Dari total 12 Brigade Pangan di Kukar, empat yang mendapat bantuan pada tahap ini, yakni Brigade Pangan Desa Handil Baru Kecamatan Samboja, serta tiga desa dari Kecamatan Anggana yaitu Desa Sungai Meriam, Desa Sidomulyo, dan Desa Kutai Lama.
Bantuan yang diterima meliputi drone pertanian yang memiliki kemampuan penyemprotan hama, pengendalian gulma, hingga penebaran benih.
Drone tersebut dilengkapi dua tabung, masing-masing untuk cairan dan benih. Keberadaan teknologi ini diharapkan mempercepat pekerjaan petani, terutama pada lahan yang sulit dijangkau.
Ia menyebutkan bahwa penyedia alat dari Kementerian Pertanian akan melakukan bimbingan teknis (bimtek) ke setiap Brigade Pangan penerima. Salah satu brigade bahkan telah lebih dulu mempelajari pengoperasiannya sehingga dapat mempercepat transfer kemampuan ke petani lain.
“Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap penggunaan teknologi modern ini memperkuat produktivitas dan mendorong transformasi pertanian di Kukar,” pungkasnya. (rpp/fdl)










