Home / Bisnis / Ekonomi / Energi / Industri

Sabtu, 5 September 2026 - 17:43 WIB

Debit Sungai Mahakam Menurun, Tak Berdampak Terhadap Aktivitas Kapal Pengangkut Batu Bara

Agung Hasanudin - Ketua APINDO Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Agung Hasanudin - Ketua APINDO Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Penurunan debit Sungai Mahakam akibat musim kemarau dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas operasional perusahaan tambang Batu Bara di Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kukar, Agung Hasanudin mengatakan, dampak penurunan debit sungai terhadap kegiatan usaha pertambangan, sejauh ini belum sampai menghambat aktivitas operasional.

Menurutnya, kondisi Sungai Mahakam yang surut belum pernah membuat kegiatan perusahaan maupun pelayaran berhenti.

Ia memastikan kondisi Sungai Mahakam yang mengalami penurunan debit juga belum menghambat aktivitas kapal pengangkut batu bara. Kapal tongkang masih dapat melintas dan menjalankan aktivitasnya.

Baca Juga :  Silaturahmi Bersama Masyarakat, Bupati Kukar Safari Subuh di Kerahan Bukit Biru

“Masih tetap jalan,” ujar Agung Hasanuddin beberpa waktu lalu.

Kondisi tersebut justru lebih menjadi perhatian dalam hal ketersediaan air bersih, terutama apabila terjadi intrusi air laut.

Agung mengatakan turunnya debit Sungai Mahakam berpotensi menimbulkan persoalan terhadap ketersediaan air bersih.

Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin terasa ketika air laut masuk ke aliran sungai sehingga mengganggu operasional Perumda Tirta Mahakam.

“Sementara ini sebenarnya kalau penurunan di Mahakam, itu justru ke arah masalah pengadaan air bersih. Pada saat nanti air laut masuk, PDAM kan tidak bisa jalan. Kebutuhan kita adalah masalah air,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, sejumlah perusahaan tambang telah menyiapkan sumber air alternatif. Agung menjelaskan, terdapat beberapa titik di kawasan perusahaan tambang yang diperbolehkan untuk tidak ditutup dan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber air.

Baca Juga :  Peringati Bulan K3 Nasional 2024, MHU Bawa Misi Merajut Keselamatan Bersama Mitra Kerja

Menurutnya, sejumlah perusahaan telah memanfaatkan sumber air tersebut sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Sungai Mahakam.

Sumber air alternatif juga dapat mendukung kebutuhan perusahaan yang lokasinya cukup jauh dari Sungai Mahakam.

“Di beberapa perusahaan sudah melakukan itu, sehingga tidak mengharapkan lagi dari Sungai Mahakam. Tapi yang jauh dari Sungai Mahakam, itu disuportnya dari situ,” jelasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bupati Kukar Pertimbangkan Usulan DPRD untuk Reschedule Pembayaran Pinjaman Rp820 Miliar ke Bankaltimtara

Bisnis

RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera, Perkuat Digitalisasi dan Efisiensi untuk Kesejahteraan Anggota

Ekonomi

Kepala OIKN Usulkan kepada Presiden Agar Memberikan Lahan di IKN untuk Negara Sahabat

Bisnis

PT PHM Berhasil Memproduksi Gas 632 Juta Standar Kaki Kubik Pada Awal Tahun 2023

Energi

DPRD Kukar Tindaklanjuti Keluhan Warga Warung Panjang Tahura Bukit Soeharto yang Tak Pernah Tersentuh Listrik PLN

Bisnis

Pemkab Kukar Pastikan Stok Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Aman Jelang Lebaran

Bisnis

Anggota DPRD Kukar Dukung Penertiban Kawasan Tahura Bukit Soeharto, Tanpa Mengabaikan Ekonomi Warga

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Nilai Pentingnya Menyusun Skema Evaluasi Terhadap APBD