Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:26 WIB

Disdik Kukar Tunggu Juknis Terkait Penyaluran Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait kebijakan penyaluran tunjangan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru non-ASN atau honorer.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima pedoman resmi mengenai mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.

Karena itu, Disdikbud belum dapat mengambil langkah implementasi sebelum ada arahan yang jelas dari pemerintah pusat.

Menurutnya, juknis diperlukan untuk memastikan mekanisme penyaluran, sumber pendanaan, hingga regulasi pendukung yang harus disiapkan pemerintah daerah dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Apakah nanti mekanismenya melalui pusat atau transfer ke daerah, kemudian apakah perlu regulasi kepala daerah, itu semua harus ada juknis dari pusat,” ujarnya, pada Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Warga Binaan dan Petugas Lapas Kelas IIA Tenggarong Dites Urine

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak dapat langsung menjalankan sebuah kebijakan hanya berdasarkan informasi yang beredar tanpa adanya dasar aturan yang jelas. Setiap program yang berasal dari pemerintah pusat harus memiliki petunjuk pelaksanaan agar proses implementasinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi kita mau melaksanakan itu tidak serta-merta. Ada informasi seperti ini lalu langsung kita laksanakan, tidak. Harus ada juknis supaya proses implementasinya betul-betul bisa kita pertanggungjawabkan,” katanya.

Heriansyah menjelaskan, pola tersebut merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang berlaku dalam dunia pendidikan. Seluruh kebijakan strategis yang berasal dari pemerintah pusat harus diterjemahkan ke daerah melalui aturan dan mekanisme yang jelas agar pelaksanaannya berjalan seragam di seluruh Indonesia.

Ia mencontohkan berbagai isu kebijakan pendidikan yang kerap menjadi perbincangan publik. Menurutnya, meskipun terdapat arahan atau wacana dari pemerintah pusat, daerah tetap harus menunggu regulasi resmi sebelum menerapkannya ke dalam sistem pendidikan.

Baca Juga :  SMPN 6 Loa Kulu Jadi Salah Satu Sekolah Rujukan Google di Kukar

Heriansyah menegaskan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, Disdikbud Kukar belum menerima juknis terkait kebijakan tunjangan guru ASN maupun non-ASN dari Kemendikdasmen.

Karena itu, pihaknya masih menunggu kejelasan mengenai teknis pelaksanaan, termasuk pola penyaluran dan kewenangan pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut.

“Nanti kalau sudah ada dan jelas seperti apa mekanismenya, baru kita tindak lanjuti,” katanya.

Pemkab Kukar memastikan akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat terkait kebijakan tunjangan guru tersebut, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai regulasi dan memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik di daerah. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Asisten I Setkab Kukar Harap IKA PMII Terus Kritis dan Konstruktif untuk Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah

Pemerintah

Tanggapan Sekda Kukar Terkait Penghentian Sementara Distribusi Air Bersih Perumda Tirta Mahakam karena Intrusi Air Laut

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Apresiasi Keterlibatan CSR Percantik Tenggarong

Advertorial

SDN 018 Tenggarong Menampilkan Karya Seni dan Inovasi Ecobrick di Stan Peringatan HGN dan HUT ke-78 PGRI

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Aspirasi Masyarakat Menjadi Prioritasnya

Advertorial

Bupati Kukar Resmikan Bus Idamanku, Upaya Berikan Pelayanan Angkutan Umum Berstandar

Advertorial

Bupati Kutim Buka Lomba Memancing Internasional, Bertajuk Sangatta International Fishing Tournament 2023

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Membuka Festival Ramadan di Kelurahan Maluhu