KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Upaya pencarian terhadap seorang pria berinisial A (50) yang dilaporkan tenggelam di perairan Teluk Orgading, Sungai Belayan, Kecamatan Kenohan, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) pukul 13.45 WITA, sekitar 800 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama dua rekannya pergi memancing di Teluk Orgading pada Minggu (19/7/2026) malam. Ketiganya berangkat menggunakan perahu ces dari rumah salah satu kerabat di Desa Tuana Tuha sekitar pukul 22.00 WITA.
Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, menjelaskan insiden terjadi ketika rombongan hendak kembali ke daratan sekitar pukul 00.00 WITA. Saat melintas di lokasi kejadian, perahu yang mereka tumpangi kehilangan keseimbangan hingga menyebabkan seluruh penumpangnya terjatuh ke sungai.
“Dua orang sempat berusaha berenang ke tepian dan berhasil diselamatkan oleh perahu warga yang melintas. Namun korban sudah tidak terlihat lagi karena kondisi saat itu malam hari dan minim pencahayaan,” jelasnya.
Keterbatasan jarak pandang membuat proses pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal pada malam kejadian. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan warga sekitar yang menyisir aliran Sungai Belayan menggunakan sejumlah perahu.
Selain penyisiran di permukaan sungai, warga juga menggunakan metode tradisional untuk mencari korban di dasar sungai dengan memanfaatkan ranting berduri, rotan, serta mata kail yang dirangkai sebagai alat pengait.
Setelah hampir enam jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung sekitar 800 meter dari titik awal korban diduga tenggelam. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian dan tim yang berada di lokasi.
Petugas Polsek Kenohan bersama pihak terkait kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi sebelum korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak mengajukan permohonan autopsi.
“Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menuntut dilakukan autopsi terhadap korban,” paparnya.
AKP Giri mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan, khususnya pada malam hari, agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, termasuk memastikan kondisi perahu, cuaca, serta ketersediaan perlengkapan keselamatan seperti pelampung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di sungai, terutama pada malam hari dengan kondisi pencahayaan terbatas, memiliki risiko yang tinggi. Kewaspadaan dan penggunaan perlengkapan keselamatan diharapkan dapat meminimalkan potensi kecelakaan serupa di kemudian hari. (Ltf/fdl)








